Kadiskes Bali Buka Suara Terkait Jumlah Pasien Meninggal Akibat Covid-19 Capai 1.514 Orang

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebelumnya telah diberitakan bahwa kasus pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 1.514 orang khususnya di Provinsi Bali pada, Rabu 9 Juni 2021 lalu.

Dan memang pada saat ini, jumlah harian kasus positif Covid-19 memang dapat dikatakan cukup landai dari hari ke hari di Provinsi Bali.

Namun setiap harinya masih ada saja ditemukan kasus pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya menanggapi hal tersebut.

Menurutnya mereka yang meninggal terpapar Covid-19 disebabkan karena penyakit bawaan atau kormobid serta usia yang sudah memasuki lanjut.

Setahun Lebih Pandemi Covid-19 di Bali, Jumlah Pasien Meninggal Capai 1.514 Jiwa

45 Ribu Lebih Warga Bangli Sudah Divaksinasi Covid-19 Dalam Sebulan

Penyakit bawaan tersebut diantaranya seperti ginjal, paru, jantung, diabetes dan hipertensi.

“Kasus kematian banyak karena kormobid dan usia lanjut,” ungkapnya ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp pada, Rabu 9 Juni 2021.

Lebih lanjutnya ia mengatakan bahwa, rata-rata kasus harian pada tanggal 1 hingga 8 Juni di Tahun 2021 mencapai 37 kasus.

Tingkat persentase sembuh sudah mencapai 95,86 persen, kematian 3,18 dan kasus aktif mencapai 0,96 persen. 

Lalu untuk total kumulatif kasus Covid-19 di Bali sendiri terakhir pada, Selasa (8 Juni 2021) mencapai 47.544 orang, dengan rincian 45.575 positif, 1.514 orang meninggal dan 455 orang masih dirawat.

Bahkan sebelumnya, harian positif dan kematian akibat Covid-19 di Bali sempat menjadi perhatian pemerintah pusat karena memang melonjak tinggi. 

Dan ketika menghimpun jumlah data kumulatif Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Bali, kasus Covid-19 tinggi tercatat pada pertengahan tahun 2020 hingga awal tahun 2021.

Dan yang menyebabkan hal tersebut adalah karena adanya klaster keluarga, pasar dan kantoran. 

“Kembali pada kepatuhan menjalankan prokes (protokol kesehatan). Kalau ada yang abai prokes, walaupun dia tanpa gejala, di rumah dia bisa menularkan kepada orang tua atau yang mengidap penyakit. Kuncinya adalah displin menerapkan prokes. Hal itu yang diabaikan sekarang,” tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply