Jam Operasional Pasar dan Toko Modern di Buleleng Diperpanjang Mulai 10 Juni

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng memperpanjang jam operasional pasar, warung dan toko modern di Buleleng.

Semula berakhir pada pukul 22.00 Wita, kini menjadi pukul 23.00 wita. Kebijakan ini berlaku mulai Kamis 10 Juni 2021.

Ditemui Rabu 9 Juni 2021, Sekda Buleleng yang juga sebagai Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, kebijakan ini diambil oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana untuk memberikan dampak baik bagi perekonomian masyarakat.

Apalgi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Buleleng saat ini mulai menurun.

Baca juga: UPDATE: Perkara Dugaan Mark-Up Program Explore Buleleng Masuki Sidang Perdana

Baca juga: Gaji Jadi Cleaning Service Tak Cukup, Darmawan Curi Ponsel dan Notebook Milik Bosnya di Buleleng

Namun demikian, seluruh pemilik toko dan warung tetap diminta untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan serta menyediakan tempat cuci tangan untuk para pengunjung.

Selain memperpanjang jam tutup pasar, warung dan toko modern, Suyasa menyebut, pihaknya juga akan membangun posko khusus di pelabuhan rakyat, yakni PPI Sangsit, Kecamatan Sawan, dan di Teluk Pegametan, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak.

Di posko ini akan bertugas tim gabungan dari BPBD Buleleng, Satpol PP Buleleng, TNI-Polri, Pecalang dan Dinas Kesehatan.

Petugas gabungan akan memeriksa surat rapid test para pendatang asal Madura yang masuk lewat dua pelabuhan rakyat itu. Ini dilakukan mengingat kasus terkonfirmasi Covid-19 di Madura mengalami kelonjakan yang sangat tinggi.

“Apabila pendatang itu tidak membawa hasil rapid test, maka akan dirapid oleh tim dari Dinas Kesehatan secara gratis. Kalau hasilnya positif, yang bersangkutan dilarang turun dari kapal. Mereka akan dikembalikan lagi ke daerahnya,” katanya.

Terkait perkembangan Covid-19 di Buleleng pada Rabu 9 Juni 2021, terdapat penambahan sembilan kasus baru terkonfirmasi.

Dua orang asal Kecamatan Buleleng, satu orang asal Kecamatan Sawan, tiga orang asal Kecamatan Gerokgak, satu orang asal Kecamatan Kubutambahan, dan dua orang lainnya asal Kecamatan Seririt.

Selain penambahan kasus terkonfirmasi, Satgas juga mengumumkan terdapat penambahan dua pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh. Masing-masing berasal dari Kecamatan Buleleng dan Kubutambahan.

Dengan demikian, jumlah pasien Covid-19 di Buleleng yang saat ini menjalani perawatan sebanyak 39 orang.

Simak berita lain dari Buleleng

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply