Banjir di Banjar Pancingan Kusamba Klungkung, Sutami Berusaha Selamatkan Barang Dagangan

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA – Ni Ketut Sutami (54) tidak benyangka, hujan deras yang mengguyur Desa Kusamba dan sekitarnya kembali menyebabkan air di Sungai Candi Gara meluap.

Ia pun harus buru-buru menyelamatkan barang dagangan dan prabotannya di warung, agar tidak rusak  terendam air.

“Awalnya air menggenang setinggi mata kaki, tapi semakin lama semakin tinggi airnya,” ungkap Sutami yang memiliki warung di wilayah Banjar Pancingan, Desa Kusamba, Rabu 9 Juni 2021.

Menyadari air akan semakin tinggi, ia lalu segera membereskan barang dagangan yang rentan rusak terkena genangan air, seperti beras, tepung, dan gula.

Perkiraanya tepat, sekitar pukul 08.00 Wita air sudah menggenang sekeliling warung milik Ketut Sutami yang lokasinya berada di bantaran Sungai Candi Gara.

UPDATE: Banjir Rendam Puluhan Rumah di Desa Kusamba Klungkung, Akibat Pendangkalan Sungai

BREAKING NEWS: Puluhan Rumah Warga di Banjar Pancingan Kusamba Klungkung Terendam Banjir

“Tadi sudah saya berupaya selamatkan barang-barang dagangan, tapi air keburu naik. Beruntung seperti beras itu sudah saya naikan semua,” ungkapnya.

Walaupun genangan air semakin tinggi, ia tetap berusaha menyelamatkan barang dagangan lainnya ke tempat yang lebih tinggi atau tidak tergenang air.

Termasuk berusaha menyelamatkan barang elektronik.

Saa itu, beberapa warga lainnya ikut membantu Sutami untuk mengangkat kulkas dan showcase dari warungnya yang sudah terkepung banjir 

“Harus segera diselamatkan barang-barang elektronik, biar tidak rusak terendam banjir,” ungkapnya.

Ia  menjelaskan, wilayah Banjar Pancingan, Desa Kusamba selama ini memang langganan banjir.

Hanya saja setahun terakhir, banjir kali ini yang paling parah.

” Kami berharap masalah ini segera teratasi. Misal dengan kembali mengeruk sungai ini (Candi Gara) agar air itu tidak mudah meluap. Selama ini sudah dangkal sekali, sehingga setiap hujan rawan banjir,” jelasnya.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply