UPDATE: Perkara Dugaan Mark-Up Program Explore Buleleng Masuki Sidang Perdana

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Perkara dugaan mark-up program Explore Buleleng dan Bimtek CHSE, dengan tersangka berjumlah delapan orang, yang merupakan pejabat dari Dinas Pariwisata Buleleng, memasuki sidang perdana, Selasa 8 Juni 2021.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa Penuntut Umum (JPU) ini diikuti secara online.

Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara mengatakan, untuk terdakwa Gede Gunawan, Made Sudama Diana, Nyoman Sempiden, Kadek Widiastra dan Putu Sudarsana  mengikuti sidang dari Lapas Kelas IIB Singaraja.

 Sementara terdakwa I Gusti Ayu Maheri Agung, Nyoman Ayu Wiratini dan Putu Budiani mengikuti sidang dari rutan Polsek Sawan.

Baca juga: UPDATE: Berkas Perkara Mark-up Explore Buleleng Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Denpasar

Sidang dipimpin oleh hakim Heriyanti, Kony Hartanto, dan Gede Putra Astawa dari Pengadilan Tipikor Denpasar.

Jayalantara menyebut, JPU yang mengikuti sidang berjumlah 13 orang.

Seluruhnya merupakan jaksa di Kejari Buleleng.

Berdasarkan bacaan dakwaan dari JPU, delapan terdakwa dinyatakan telah melanggar Pasal 2, 3, dan 12 huruf e Undang-Undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai membaca dakwaan, hanya satu terdakwa yang mengajukan eksepsi atau nota keberatan.

Dia adalah Gede Gunawan.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply