Universitas Pertahanan Beri Megawati Gelar Profesor Kehormatan

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Universitas Pertahanan RI (Unhan) akan menganugerahi gelar Profesor Kehormatan dengan status Guru Besar Tidak Tetap untuk Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Pengukuhan gelar itu akan dilakukan pada sidang senat terbuka yang bakal digelar pada Jumat 11 Juni 2021 mendatang.

”Pada hari Jumat akan dilakukan sidang senat terbuka Universitas Pertahanan RI dalam rangka pengukuhan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan Unhan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri,” jelas Rektor Unhan Laksamana Madya Amarulla Octavian dalam keterangan, Selasa 8 Juni 2021.

Baca juga: Momen Prabowo dan Megawati, Pengamat: Kata Manis Sahabatku akan Menggema hingga 2024

Baca juga: Megawati Menangis Terima Penghargaan dari Presiden Putin

Amarulla mengatakan sidang senat akademik Unhan RI telah menerima hasil penilaian Dewan Guru Besar Unhan atas seluruh karya ilmiah Megawati.

Hal tersebut sebagai syarat pengukuhan menjadi Profesor Kehormatan. Presiden Jokowi, Wapres Ma’ruf Amin, serta sejumlah menteri kabinet, dijadwalkan hadir dalam acara pengukuhan gelar profesor kehormatan itu.

Megawati bukan orang pertama yang menerima gelar kehormatan dari Unhan.
Sebelumnya, Unhan juga pernah menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) Ilmu Pertahanan bidang Perang Semesta kepada Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu di Aula Merah Putih, Unhan, Kawasan IPSC Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 20 Mei 2021.

Amarulla menjelaskan alasan pemberian gelar kehormatan untuk Megawati tidak terlepas dari kepemimpinan Presiden ke-5 RI itu dalam menghadapi konflik dan krisis multi dimensi di era pemerintahannya.

Megawati memimpin Indonesia pada periode 2001-2004 lalu. “Unhan RI mencatat keberhasilan Megawati saat di pemerintahan dalam menuntaskan konflik sosial seperti penyelesaian konflik Ambon, penyelesaian konflik Poso, pemulihan pariwisata pasca bom Bali, dan penanganan permasalahan TKI di Malaysia,” kata dia.

Peran ini, kata dia, juga diakui oleh para menteri Kabinet Gotong Royong yang berada di bawahnya.

“Ibu Megawati menjadi presiden pertama perempuan di negara kita. Di era Ibu Megawati pertama kalinya diselenggarakan Pemilihan Umum Legislatif dan Presidensial secara langsung,” lanjutnya.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply