Bali United Ikut Piala Walikota Solo, Hati Teco Malah Fokus ke AFC Cup

DENPASAR – Jika tidak ada aral melintang, Kamis besok (10/6), Bali United bertolak ke DI Yogyakarta. Semua pemain akan diboyong ke Kota Gudeg.

Namun, ada juga selentingan yang mengungkapkan jika Serdadu Tridatu bertolak ke Yogyakarta pada Sabtu depan (12/6).

Bali United akan melakukan pemusatan latihan disana sekaligus mengikuti turnamen pra musim Piala Walikota Solo. Peserta ya adalah klub-klub berlabel sultan di Liga 1 dan Liga 2.

Baca juga: Resahkan Umat HIndu di Bali, Oknum Bawati Cabul Diganjar 4,5 Tahun

Berdasar list yang diterima Jawa Pos Radar Bali, Piala Walikota Solo bakal diikuti Arema FC, Bali United,  Bhayangkara FC, Persib Badung, Persis Solo, PSG Pati, Rans Cilegon FC, dan Dewa United 

Turnamen pra musim tersebut dihelat pada 20-26 Juni mendatang. Berdasar informasi, turnamen pra musim ini sudah pasti digelar dan surat dari pihak penyelenggara sudah dikirimkan ke manajemen klub peserta termasuk Bali United.

Media Officer Bali United Alexander Maha Putra Oemanas membenarkan jika surat sudah diterima pihak manajemen.

“Sudah saya tanyakan dan surat sudah diterima manajemen,” terang Alexander Maha Putra Oemanas. Sayangnya kepastian berangkat belum pasti.

Sebab menurut Alex, keberangkatan tim akan disampaikan lebih lanjut oleh Manajemen Bali United. “Nanti akan disampaikan lebih lanjut,” ucapnya.

Yang menarik, Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra justru focus mempersiapkan skuadnya untuk ajang AFC Cup 2021 yang digelar 30 Juni mendatang.

Apalagi, Persipura yang tergabung di grup H saja sudah bertolak ke Jakarta untuk melakukan persiapan lanjutan sedangkan Bali United justru ikut Piala Walikota Solo.

Namun ketika disinggung mengenai uji coba atau sejenisnya, Coach Teco tidak menampik jika uji coba bisa dilakukan diluar Bali.

“Kami waktu bisa uji coba di kota lain, kami bisa kesana. Tapi bukan untuk TC,” ungkap Teco. Nah, waktu yang singkat antara Piala Walikota Solo dan AFC Cup menjadi sebuah tanda tanya.

Apakah AFC Cup juga digelar di Solo? Sebab Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka siap jika Solo menjadi tuan rumah AFC Cup

Atau justru sebaliknya. AFC Cup zona Asia Tenggara terpaksa diundur akibat belum ada negara yang bersedia menjadi tuan rumah lantaran pagebluk Covid-19.

Singapura saja yang sudah siap menggelar pertandingan grup H terpaksa mengundurkan diri karena pandemi.

Praktis hal ini bisa berdampak pada persiapan Melvin Platje dkk dan bisa dikatakan kondisi seperti ini tidak efektif.

“Seharusnya waktu lebih cepat (diketahui lokasi pertandingan) lebih bagus dan bisa membuat pemain fokus di pertandingan.

Kami sampai sekarang hanya tahu lawan dan tanggal bermain saja. Kami belum tahu dimana bermain,” ungkapnya.

“Kami harus tahu dimana bermain dan mulai merencanakan kapan berangkat ke lokasi pertandingan. Misalnya di negara lain,

kami harus tahu bagaimana cuaca disana dan tahu kapan waktu ideal untuk berangkat,” tambah pelatih berpaspor Brasil tersebut.

Mengenai regulasi AFC Cup, Teco mengaku tidak ada masalah. Hanya saja dia harus memanfaatkan dengan baik peluang dalam setiap pertandingan karena hanya tiga pertandingan saja yang digelar di fase grup.

Berbeda dengan AFC Cup sebelumnya yang menggelar enam pertandingan dengan sistem home – away. Otomatis, peluang dari masing-masing klub semakin menipis dengan hanya bermain dalam tiga pertandingan.

“Tahun ini berbeda dari sebelumnya. Kami bermain tiga kali. Waktu bisa main enam kali, bisa lebih bagus. Tapi kami mengerti situasi kompetisi ditengah pandemi.

Mau tidak mau, kami harus berada di hotel selama 14 hari untuk karantina dan ini tidak bagus,” ucapnya.

Dengan regulasi karantina 14 hari, maksimal Bali United harus berada di negara tuan rumah maksimal pada 14 Juni mendatang karena mereka harus berlatih setidaknya tiga hari sebelum pertandingan.

Jika bermain di Indonesia, hal sama dilakukan klub lain karena kebijakan pemerintah berubah bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dari lima hari menjadi 15 hari.

Atau terburuknya adalah AFC Cup zona Asia Tenggara tertunda kembali meskipun zona Timur Tengah di grup A, B, C, E, dan F sudah menggelar tiga pertandingan.

Seharusnya Manajemen Bali United dan PSSI proaktif untuk menanyakan ke AFC terkait lokasi pertandingan. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply