Awas! Bupati Karangasem sedang Selidiki Kebocoran Pajak Galian C

AMLAPURA – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karangasem tahun ini mencapai Rp256 miliar. Hanya saja, di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung, target tersebut sulit untuk dicapai.

Hal tersebut diungkapkan, Bupati Karangasem Gede Dana belum lama ini.

Meski dihadapkan pada situasi sulit, Gede Dana mengungkapkan akan bekerja semaksimal mungkin. Meski diakui untuk bisa mencapai target banyak sekali hambatan maupun tantangan yang harus dilalui.

Baca juga: Tarif Masuk Kebun Raya Bedugul Melanggar PP Jokowi? GM Malah Bungkam

“Perkiraan pandemi covid-19 di tahun ini diprediksi sudah selesai. Tapi ternyata masih. Tantangan ini cukup besar untuk bisa mencapai target,” ujarnya.

Dia memberikan pandangan dari capaian pajak hotel dan restoran di Karangasem di tahun 2020 lalu. Dari target Rp30 miliar, yang tercapai hanya Rp1 miliar saja.

“Hanya 5 persen capaiannya. Kecil sekali. Dari pajak itu sekitar Rp30 miliar tidak bisa kami dapatkan. Termasuk pajak retribusi lainnya juga merosot sekali. Artinya berkaca dari itu tentu PAD kita tidak akan tercapai,” tuturnya.

Namun di tengah kondisi sulit, Bupati asal Desa Datah Kecamatan Abang ini berusaha tetap optimistis untuk tetap mengejar.

“Astungkara di akhir tahun bisa tercapai. Nilai target Rp256 miliar,” imbuhnya.

Pihaknya akan menggenjot semua sektor untuk dioptimalkan. Salah satunya penyumbang pajak tebesar dari sektor pajak mineral bukan logam atau galian C.

“Tetapi kan pandemi ini, contohnya pajak mineral bukan logam, sama aja dampaknya. Kami genjot di sana orang membangun tidak ada, berkurang orang membutuhkan pasir, krikil. Tidak seperti sebelumnya. Tentu berkurang juga pemasukannya,” jelas dia.

Selain itu juga beberapa proyek pemerintah juga tersendat. Dengan adanya Dana Alokasi Umum (DAU) yang dikurangi di semua Kabupaten di Bali.

“Yang menggunakan pasir jadi berkurang sehingga target itupun sejatinya berat buat kami. Tetapi dengan cara menutupi kebocorannya. Astungkara target galian C bisa tercapai,” bebernya.

Awalnya Pemkab Karangasem memasang target pendapatan di sektor galian C mencapai Rp46 miliar. Bahkan dari target itu dinaikan kembali dua kali lipat di angka Rp80 miliar.

“Tapi karena pandemi ini masih berlangsung, pembangunan berkurang, kami cukup tercapai target sudah luar biasa,” kata Dana.

Beberapa strategi pun dilakukan oleh Pemkab Karangasem dalam mendorong peningkatan PAD ini . Seperti pengawasan, mensosialisasikan kepada pelaku usaha galian C untuk mengurus izin agar bisa dipungut pajaknya.

“Pengawasan lebih ketat sehingga kebocoran bisa dikurangi,” jelas Bupati yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Karangasem ini.

Disinggung apakah Pemkab Karangasem pernah melakukan hitung-hitungan nilai kebocoran sektor galian C ini. Dana mengaku sedang mengkaji dengan menggunakan referensi pendapatan di tahun 2015 lalu yang menorehkan pajak senilai Rp80 miliar.

“Nah inilah yang kami jadikan referensi. Kurang lebih kalau dapat Rp30 miliar di tahun sebelumnya berarti kan nilai bocornya sampai 100 persen lebih. Kalau sekarang ditarget Rp46 miliar dengan pandemi ini wajar,” paparnya.

Capaian pendapatan pajak dari sektor galian C di triwulan pertama tahun ini senilai Rp9 miliar. Karena di bulan Januari hingga Februari masih belum terkontrol dengan baik.

“Sehingga kecil sekali. Setelah saya dilatik, bulan Maret dan April langsung tinggi. Sebelumnya Januari Februari rendah sekali, hanya 400 sampai 500 truk per hari. Tapi di bulan Maret dan April bisa sampai 1.400 sampai 1.500 truk per hari. Tiga kali lipat naiknya. Sehingga target Rp46 miliar ini bisa tercapai,” ucap Dana.

Hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan, sumber kebocoran pendapatan yang terjadi di galian C ini. Namun, pihaknya juga enggan menuduh siapapun di balik kebocoran ini.

“Kami tidak mau mengatakan salah satu pihak karena satu pihak pengusaha ada tenaga portal dan pengawas dari BPKAD. Nah ini kami sedang selidiki. Dimana sih letak kebocorannya. Tapi untuk jangka pendek kami memberikan pengawas tambahan di masing-masing portal lintas OPD. Yang jelas kebocoran ada, tapi di mana sumber kebocorannya ini yang sedang kami telusuri,” tandasnya.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply