Pembebasan Lahan Klir, Warga Terdampak Proyek Shortcut Pilih Pindah

TABANAN – Proyek Jalan Shortcut yang menghubungkan Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, dengan Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, belum jelas kelanjutannya.

Proyek Kementerian Pekerjaan Umum yang mencapai panjang 600 meter dan lebar 16 meter, itu berhenti setelah wabah Covid-19 datang.

Perbekel Antosari I Wayan Widhiarta mengatakan, proyek Jalan Shortcut Bajera-Antosari sebenarnya sudah mulai dikerjakan.

Baca juga: Golkar Bali Beri Bantuan Hukum Kepada Bendesa Uma Cetra

Pengerjaan yang dimaksud adalah alat berat sudah datang termasuk perabasan sudah selesai dilakukan di lahan yang terimbas.

“Jadi ini tinggal proses pengerukan tanah dan lain-lain,” imbuh Perbekel Widhiarta. Menurut Widhiarta, proses pembebasan lahan sudah selesai dilakukan.

Khusus di Desa Antosari sekitar 18 are lahan yang terimbas. Dua diantaranya adalah rumah warga kemudian mereka sudah mendapat ganti rugi lahan dan sudah pindah.

“Lahan yang terimbas lebih banyak perkebunan yang ada dipinggir Sungai Yeh Otan,” tegas Perbekel Widhiarta.

Sementara itu, Perbekel Desa Bajera I Putu Sukarata mengaku pembebasan lahan di Desa Bajera sudah clear bagi warga yang terdampak.

Mereka sudah mendapat ganti rugi dari uang negara. Dominan lahan warga yang terkena jalur shortcut adalah tegalan.

“Semua yang terdampak sudah mendapat ganti rugi, lahan dibayar sesuai dengan harga appraisal. Namun kapan pembangunan saya belum tahu,” imbuhnya. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply