Langgar Perda Karena Suara Musik Bising, Pemilik Kedai Kopi di Denpasar Didenda Tipiring Rp 500 Ribu

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemilik sebuah kedai kopi di Kota Denpasar harus merogoh denda Rp 500 ribu karena dinilai melanggar peraturan daerah dengan membuat kebisingan hingga mengganggu ketertiban umum.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga menjelaskan pemilik kedai kopi telah sepakat untuk membayar denda melalui sidang tindak pidana ringan (tipiring) pelanggaran Perda di Pengadilan Negeri Denpasar.

Sidang yang dilaksanakan di Pengdilan Negeri Denpasar dipimpin Hakim Gede Putu Astawa, SH, MH dan Panitera Ni Putu Rapia SH.

Dalam giat sidang tersebut Penyidik/PPNS Pol.PP Denpasar mengajukan pelanggar usaha Kedai Kopi yang berlokasi di Jalan Serma Made Pol no.132 telah melanggar Perda nomor 1 th 2015 tentang ketertiban umum.

Baca juga: Denpasar Hentikan Sementara Pendaftaran PTM, Sudah 34 SMP dan SPK yang Mendaftar

“Hakim PN Denpasar telah memutus/memvonis pelanggar dg hukuman denda sebesar Rp.500.000,- (lima ratus ribu rupiah) subsider kurungan selama 14 hari.

Pemilik sanggup dan menerima putusan tersebut,” kata Dewa kepada Tribun Bali.

Menurut Dewa, kedai kopi tersebut sudah diadukan masyarakat sekitar sampai 3 kali karena membuat kebisingan suara musik.

“Masyarakat sekitar mengadukan sampai 3 kali, lingkungan usaha tersebut berada di daerah permukiman warga.

Usaha kedai kopi dikeluhkan masyarakat terhadap kebisingan suara musik,” jelasnya.

Sedangkan untuk piranti protokol kesehatan, disebutkan Dewa, kedai kopi tersebut sudah memenuhi protokol kesehatan dan tidak menimbulkan kerumunan.

“Piranti prokes terpenuhi dan kerumunan dapat diatasi, hanya saja memang yang dikeluhkan suara bisingnya,” pungkasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply