DMI Denpasar Mengapresiasi Penyelenggaraan Ibadah Selama Ramadhan, Tertib Menjalankan Prokes

TRIBUN-BALI.COM, DENPASARDewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar mengapresiasi penyelenggaraan ibadah selama bulan Ramadhan 1442 baik itu di Musholla atau Masjid di Kota Denpasar, Bali.

Ditemui di kantor pribadinya, Ketua DMI Kota Denpasar menilai, pelaksanaan ibadah di masing-masing Masjid dan Mushola berjalan baik.

Ia menggarisbawahi, dari 182 Masjid dan Mushola yang ada di Kota Denpasar, semuanya tertib menjalankan protokol kesehatan (prokes).

“Secara umum sangat bagus, saya selaku Ketua DMI Kota Denpasar, di Denpasar ini ada 182 Masjid/Mushola yang terdaftar di 4 Kecamatan di Kota Denpasar, saya pantau teman-teman itu Alhamdulillah berjalan cukup lancar. Semuanya tertib menjalankan protokol kesehatan. Jadi sampai hari ini tidak ada kendala apapun, karena itu setiap Masjid ada satgas masing-masing, dan Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Ketua Umum DMI Kota Denpasar, Mardi Soemitro, Rabu 5 Mei 2021.

Baca juga: Masjid Darussalam Ubung Denpasar Kurangi Kegiatan Ramadhan di Masa Pandemi Covid-19

Ditanya kembali untuk menegaskan perihal kendala pelaksanaan ibadah di Masjid atau Musholla selama bulan Ramadhan, Pimpinan DMI Kota Denpasar tersebut mengatakan tidak ada kendala.

Sebelumnya, Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bali, MUI Bali dan Kemenag Provinsi Bali mengeluarkan Surat Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19 Provinsi Bali Tahun 1442 H/2021. Surat yang ditetapkan pada tanggal 27 Maret 2021 itu menjelaskan mengenai panduan Ibadah Ramadhan Tahun 2021.

Salah satu poin di surat tersebut menyebutkan pelaksanaan kegiatan Ramadhan di Masjid dianjurkan diikuti oleh kaum laki-laki dengan kapasitas dikurangi hingga 50 persen.

Sementara itu, pada surat panduan tersebut untuk jamaah ibu-ibu dianjurkan untuk beribadah di rumah.

Namun pada pelaksanaannya, beberapa Masjid tetap menerima jamaah perempuan untuk bisa beribadah di Masjid.

Ditanya perihal panduan tersebut, ia memberikan keterangan bahwa panduan yang dikeluarkan bersifat imbauan, dan biasanya pelaksanaan di lapangan disesuaikan dengan kondisi masing-masing Masjid dan Musholla.

Baca juga: Di Tengah Ramadan, Masjid Baitul Makmur Denpasar Adakan Donor Darah, Targetkan 80 Kantong

“Panduan tersebut kan dibuat berdasarkan protokoler kesesatan yang mengharuskan Masjid dan Musholla menerima jamaah hanya 50 persen, diharapkan kapasitas yang sudah berkurang tersebut jangan sampai mengurangi kapasitas bagi jamaah laki-laki, namun dalam perjalanannya kuota 50 persen yang disediakan masih tersisa, oleh karena itu, dengan fenomena tersebut dan kuota masih banyak akhirnya jamaah ibu-ibu kita ikutkan,” begitulah penjelasan dari Ketua Umum DMI Kota Denpasar.

Ia menambahkan, fenomena tersebut terjadi hampir di semua Masjid dan Musholla di Kota Denpasar.

Ia juga menjelaskan, kebijakan yang diambil dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.(*).

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply