Selain Diperketat, Pelabuhan Gilimanuk Tak Lagi Layani Pembelian Tiket

NEGARA- Menjelang larangan mudik, ribuan orang sudah keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Bahkan sesuai catatan ada sekitar 22 ribu orang per hari yang keluar Bali untuk mudik lebih awal sebelum pemberlakuan aturan larangan mudik.

Untuk itu,guna mengantisipasi adanya lonjakan, Polres Jembrana menambah pos penyekatan di Terminal Negara.

Baca juga: 1.750 Petugas Dikerahkan di Bali untuk Cegati Pemudik di 7 Titik Ini

Sementara itu, berdasarkan data dari PT. ASDP Indonesia Fery Pelabuhan Gilimanuk, dalam empat hari terakhir, yakni sejak hari Sabtu (1/5) hingga Selasa (4/5) pagi, tercatat sudah ada 68.792 orang yang keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. 

Terbanyak terjadi pada Senin hingga Selasa pagi, yakni mencapai 22 ribu orang.

Pengguna jasa penyeberangan terbanyak roda dua. Pada Senin lalu, pemudik dengan kendaraan roda dua mencapai 4.204 unit. Sedangkan untuk roda empat atau mobil tercatat sebanyak 1.368 unit.

Jumlah ini meningkat drastis dibanding hari-hari biasa di Pelabuhan Gilimanuk. 

Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, jelang pelaksanaan larangan mudik membuat pos penyekatan tambahan di Terminal Umum Negara, Jalan Denpasar -Gilimanuk, Desa Baluk.

Pos penyekatan tambahan efektif dilakukan Selasa sore pukul 18.00 Wita, 

 “Pos tambahan ini sifatnya situasional mencegah agar pra larangan ini sudah ada penyekatan sesuai aturan,” terangnya.

Kapolres menegaskan, terkait dengan giat pengetatan pra larangan mudik yang efektif dilaksanakan Kamis (6/5), meliputi pengetatan protokol kesehatan bagi para pelaku perjalanan. Bahkan pemeriksaan tidak hanya pada penggunaan masker, melainkan pemeriksaan juga untuk mengecek hasil rapid test antigen, genose maupun swab PCR.

Sebelum pemberlakukan larangan mudik, pos penyekatan tambahan di terminal Negara ini menyasar penumpang bus dan travel yang akan melintas ke Gilimanuk.

Apabila tidak dilengkapi dengan syarat prokes Covid-19 untuk pelaku perjalanan, akan dipulangkan.  Namun apabila sudah memenuhi, diperbolehkan jalan. 

Larangan mudik, sesuai surat edaran Satgas Covid-9, efektif berlaku besok.

Karena itu, pos penyekatan di seluruh wilayah Bali diaktifkan, termasuk di wilayah Jembrana pos penyekatan di Cekik, Gilimanuk.

Bagi warga yang nekat mudik akan dicegat di Cekik.

Jika, tidak memenuhi syarat sebagai pelaku perjalanan yang dikecualikan, maka dikembalikan ke daerah asal.

Selain itu, di Pelabuhan Gilimanuk juga tidak melayani pembelian tiket bagi pelaku perjalanan yang tidak masuk dalam kategori yang dikecualikan.

Sehingga, bagi yang nekat mudik tidak dilayani untuk pembelian tiket penyeberangan. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply