Satu Pasien Covid-19 Varian Baru Asal Badung Meninggal di RSUP Sanglah

DENPASAR– Gubernur Bali Wayan Koster mengumumkan adanya dua varian virus baru mutasi Covid-19 yang telah masuk Bali.

Virus jenis baru yang pertama berasal dari Afrika Selatan dengan kode B.1.351. Dan varian kedua berasal dari Inggris dengan kode B.1.1.7.

Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, itu mengungkapkan, satu orang yang positif Covid-19 dengan varian baru dari Afrika Selatan (Afsel) telah dinyatakan meninggal dunia di RSUP Sanglah Denpasar.

Baca juga: Pria Pengedar “Permen Sabu” Asal Jember Divonis 11 Tahun

Pasien tersebut berasal dari Kabupaten Badung.

“Korban (virus varian baru dari Afirka Selatan) memang belum mengikuti program vaksinasi,” ujar Koster melalui siaran persnya, Selasa (4/2) siang.

Sedangkan pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dengan varian baru dari Inggris dinyatakan sembuh dan dalam kondisi sehat.

Pasien dari Kota Denpasar itu juga sudah dipulangkan.

“Pasien (terpapar virus varian baru dari Inggris) kebetulan telah mengikuti program vaksinasi sebanyak dua kali,” imbuh politisi PDIP itu.

Koster mengaku mendapat informasi adanya dua varian virus baru itu itu diinformasikan langsung Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin.

Dirinya mendapat informasi dari Menkes, bahwa pada 3 Mei 2021 bahwa telah ditemukan dua orang positif Covid-19 yang terinfeksi varian baru mutasi virus Covid-19.

Satu orang mengalami positif akibat penularan varian baru dari Afrika Selatan dengan kode B.1.351.

Sedangkan satu orang positif akibat penularan varian baru dari Inggris dengan kode B.1.1.7.

Temuan virus varian baru ini diketahui setelah beberapa sampel dari orang positif Covid-19 di RSUP Sanglah Denpasar dilakukan pengujian oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

Menindaklanjuti kasus tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Bali sedang melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap sejumlah orang yang melakukan kontak erat dengan korban.

“Sehingga bisa diketahui potensi risiko penyebarannya secara detail dan lengkap,” tukasnya.

 

Selain melakukan penelusuran, mantan anggota DPR RI itu juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat.

Masyarakat Bali diminta menaati pelaksanakan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 07/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Selain itu juga tetap tertib dan disiplin menerapkan pola hidup sehat dan bebas Covid-19 dengan yaitu memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun tubuh, dan mentaati aturan.

“Jumlah peserta, selalu berhati-hati, dan penuh kewaspadan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan pemerintahan, adat, agama, seni, budaya, dan sosial serta kegiatan kemasyarakatan lainnya,” tegas Koster.

Gubernur juga mengimbau masyarakat mengikut program vaksinasi pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan oleh pemerintah.

Selain itu, Koster menginstruksikan Bupati/Walikota, Camat, Kepala Desa/Lurah, dan Bandesa Adat se-Bali, serta seluruh komponen masyarakat mengambil langkah secara bersama-sama bergotong-royong untuk mencegah penyebaran Covid-19, secara khusus varian baru virus Covid-19.

 

“Marilah kita terus berdoa agar alam Bali beserta isinya selalu dalam kondisi nyaman, aman, dan damai,” pungkasnya. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply