Sakit Hati Dipecat, Eks Karyawan Curi Mesin Nitrogen Milik Majikan

UBUD- Lantaran dendam alias sakit hati dipecat dari tempatnya bekerja, Angga Siregar, nekat mencuri mesin nitrogen di Banjar Dauh Labak, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud.

Angga beraksi bersama temannya, Agus Subianto pada 8 April. Kedua pelaku telah ditangkap 28 April dan meringkuk di Polsek Ubud.

Kapolsek Ubud, AKP Made Tama, menjelaskan, Angga Siregar, warga Sumatera Utara, yang baru bekerja enam bulan di tempat pencucian mobil di Banjar Dauh Labak.

Baca juga: ESI Bali Gelar Rapat Konsolidasi dengan KONI Bali

“Karena diberhentikan, dendam. Dia balik ke kos di Kuta, lalu mengajak temannya (Agus Subianto/warga Banyuwangi) melakukan pencurian malam hari,” ujarnya, Selasa (4/5).

Berbekal mobil pikap Daihatsu DK 8195 OB, pelaku menuju tempat usaha cucian mobil pada 8 April lalu. “Pelaku bawa pikap, masuk gudang tak terkunci. Langsung ambil kompresor (mesin nitrogen),” jelasnya.

Mesin berukuran besar itu dinaikkan ke bak pikap. Kemudian mesin itu dibungkus terpal.

Selanjutnya, pelaku langsung menjual mesin itu ke seorang bernama Toby. Mesin seharga Rp 7 juta itu hanya dijual seharga Rp 1 juta saja.

Kemudian, aksi pencurian awalnya diketahui saksi di tempat cuci mobil. Saksi awalnya melihat ada kejanggalan pada tutup mesin. Setelah dicek, ternyata mesin nitrogen sebesar warna biru sudah raib dari tempatnya.

Saksi kemudian melapor ke bos cuci mobil. Akhirnya korban yang kehilangan mesin itu melapor ke Polsek Ubud 

“Setelah dapat laporan kehilangan, tim lidik kami dibantu Polda Bali, kurang lebih 20 hari, berhasil diungkapkan,” ujarnya.

Kapolsek menambahkan, penangkapan berlangsung pada 28 April. “Dua pelaku ditangkap di Kuta,” imbuhnya.

Pelaku langsung digiring ke Polsek Ubud. Berdasarkan hasil pengembangan, polisi memperoleh barang bukti di pembeli Toby.

Selanjutnya mesin kotak tersebut langsung diamankan di kantor polisi. Turut diamankan mobil Pikap yang digunakan beraksi malam hari.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP. Pelaku terancam hukuman 7 tahun penjara.

Sementara itu, Angga yang menjadi otak pencurian mengaku nekat mencuri karena kehabisan uang. “Tidak punya uang, untuk makan,” jelasnya.

Angga menjelaskan, dengan mudah mengangkut mesin itu menggunakan tangannya. “curi pakai tangan,” pungkasnya singkat.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply