Tertangkap Curi Ternak, Maling Dihajar Warga Hingga Babak Belur

SERIRIT– Warga di Desa Kalisada, Kecamatan Seririt, Buleleng, menangkap seorang pria yang ditengarai menjadi biang kerok aksi pencurian ternak milik warga.

Emosi selama ini kerap kehilangan hewan ternak, maling itu pun dihajar beramai-ramai oleh warga hingga babak belur.

Maling itu diketahui bernama Ketut Ardana alias Kepang, 39, warga Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt. Ia ditangkap warga sekitar pukul 21.40 Minggu (3/5) malam.

Baca juga: Tolak Limbah B3, Puluhan Warga Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Jembrana

Aksi pencurian di Desa Kalisada sebenarnya sudah meresahkan warga. Sejak masa pandemi, tiap pekan ada saja warga yang mengadu kehilangan ternak. Entah itu anak babi maupun ayam.

Bahkan ada pula yang kehilangan pisang di Banjar Dinas Tegallenga.

“Sejak pandemi itu marak ada maling hewan. Sudah tidak terhitung jumlahnya. Setiap minggu ada saja yang melapor. Kalau bukan hewan, pisang yang hilang,” kata Perbekel Kalisada, Wayan Widistra.

Warga pun berinisiatif melakukan ronda sejak sebulan terakhir. Hingga kemarin warga mendapati tersangka Kepang tengah mengendap-endap ke kandang babi milik warga.

Saat dicari ternyata tersangka tak terlihat lagi.

Salah seorang warga, Putu Kari Sastrawan alias Lolet yang curiga, memilih bersembunyi di sekitar lokasi.

Belakangan warga mendapati tersangka Kepang muncul dari tengah lahan persawahan. Rupanya tersangka bersembunyi di tengah sawah dan menutupi dirinya dengan jerami.

Lolet pun segera menangkap tersangka Kepang. Warga akhirnya berbondong-bondong mendekati lokasi penangkapan.

Sejumlah warga yang emosi akhirnya melayangkan bogem mentah ke wajah tersangka. Bahkan tangan kiri tersangka hingga patah.

“Warga kami sudah emosi karena saking seringnya ada pencurian. Tapi rasanya orang itu bawa gegemet (jimat). Kalau kosongan, dipukul seperti itu semestinya sudah pingsan. Ini tidak ada pingsan sama sekali,” katanya.

Sementara itu Kapolsek Seririt Kompol Gede Juli yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, tersangka diduga menjadi otak aksi pencurian di enam tempat kejadian perkara (TKP).

Yakni dua TKP di wilayah Kalisada dengan sasaran dua ekor anak babi, serta tiga TKP di wilayah Desa Banjarasem dengan sasaran 12 ekor anak babi.

Lebih lanjut Juli mengatakan, tersangka Kepang sejatinya seorang residivis. Ia ditangkap karena mencuri ponsel pada 2015 lalu. Dia kemudian dijatuhi hukuman 10 bulan penjara.

Kini ia kembali berulah dengan mencuri hewan ternak milik warga.

“Sejauh ini dia baru mengaku mencuri di 6 TKP. Hewan yang dicuri itu dimasukkan dalam karung. Setelah itu dijual ke pasar,” ujarnya.

Kini tersangka mendekam di sel tahanan Mapolsek Seririt. Tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply