Jelang Lebaran 2021, Perajin Pernak-Pernik Idul Fitri di Kuta Bali Sepi Pesanan, Omzet Anjlok

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442H atau tahun 2021 Masehi perajin pernak-pernik khas seperti bedug, ketupat, lampion biasanya sudah dibanjiri orderan atau pesanan.

Namun tahun kedua Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19 hingga saat ini masih sepi orderan atau pesanan.

Seperti yang dialami oleh Bahrul Ulum salah satu perajin pernak-pernik Lebaran di wilayah Kuta hingga saat ini masih sepi pesanan.

“Untuk tahun ini lesu sama seperti tahun lalu, sepi sekali. Mungkin karena masih banyak hotel-hotel yang tidak beroperasi (masih banyak tutup). Dulu sebelum pandemi Covid-19 bisa sampai Rp 100 juta menjelang Lebaran,” ungkap Bahrul Ulum pemilik Warna-Warna Pernak-pernik Styrofoam, saat ditemui tribunbali.com, Senin 3 Mei 2021.

Omzet yang biasanya mencapai Rp 100 juta itu pun, sejak tahun Lebaran lalu hanya bisa mendapat Rp 1 juta hingga Rp 2 juta saja dampak pandemi Covid-19 yang masih melanda hingga sekarang.

Pejabat dan PNS Jangan Terima Gratifikasi Lebaran, Ketahuan Bakal Dipidana

Anda Harus Tahu, Ini Aturan Larangan Mudik Lebaran 2021, Berlaku selama 6 Mei hingga 17 Mei 2021

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Kapolda Jayan Danu: Kami Tempatkan Pos Penyekatan Keluar Masuk Bali

“Tahun lalu bahkan cuma Rp 1 juta omzet nya. Turun drastis sepi sekali,” tambahnya.

Biasanya banyak hotel-hotel, perkantoran, pusat perbelanjaan dan lain-lain memesan miniatur bedug dan ketupat.

“Hotel-hotel banyak, pusat perbelanjaan juga ada, kantor-kantor juga ada. Mulai sepi turun drastis sejak tahun lalu, sekarang ada cuma tidak banyak seperti dulu sebelum pandemi,” imbuh Bahrul Ulum disela membuat pesanan miniatur ketupat Lebaran.

Ia mengaku tetap membuat dan menjual pernak-pernik khas Idul Fitri ini karena optimis tetap akan ada yang mencari pernak-pernik tersebut meskipun belum tentu banyak pemesannya.

“Namanya orang usaha ya, jadi siapa tahu akhir-akhir nanti sebelum Hari Raya Idul Fitri ada banyak yang pesan dan beli langsung. Pesanan sekarang masih minim sekali, baru ada satu dari perkantoran saja,” tuturnya.

Dalam satu hari dirinya bisa menghasilkan 100 biji miniatur ketupat dari ukuran paling kecil 30 cm, sedang hingga besar sampai 50 cm dengan harga jual mulai dari Rp 50ribu.

Sementara untuk miniatur bedug dijual mulai Rp 800 ribu hingga Rp 2 juta tergantung ukuran diameternya dari 70cm sampai 1 meter.

Polda Bali Tambah Dua Titik Penyekatan Mudik Lebaran 2021, Total Ada Tujuh Titik di Bali

Masa Penyekatan Mudik Lebaran 6-17 Mei 2021 di Bali, Ini Syaratnya Agar Tak Diminta Putar Balik 

“Biasanya laris manis miniatur ketupat dan bedug tapi sekarang sepi yang beli. Dipajang saja samplenya dipinggir jalan seperti ini kalau ada yang cari pasti mampir kesini,” kata Bahrul Ulum.

Ia berharap perekonomian Bali dapat segera pulih kembali seperti sebelum pandemi Covid-19 karena dampaknya sangat dirasakan olehnya.(*)

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply