Empat Ekor Penyu Barang Bukti Pidana Dilepasliarkan

NEGARA – Empat ekor penyu yang sebelumnya disita Polres Jembrana sebagai barang bukti tindak pidana dilepasliarkan ke laut selatan Desa Perancak, Senin (3/5).

Pelepasliaran satwa dilindungi yang dititip di kelompok konservasi penyu, karena sudah dipastikan sudah sehat untuk dilepas ke habitatnya.

Koordinator Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Desa Perancak I Wayan Anom Astika Jaya mengatakan, empat ekor penyu sitaan Polres Jembrana merupakan jenis penyu hijau dengan ukuran terbesar 1 meter.

Baca juga: Pemprov Bali Buka Lowongan Komisi Perlindungan Anak, Cek di Sini…

“Setelah dicek sama teman-teman dari Balai Veteriner dari tim dokter hewan dinyatakan penyu itu tidak ada kendala apa-apa dan stres  juga tidak. Ada beberapa luka memang itu sudah bisa diatasi dan itu juga luka yang tidak serius,” jelasnya.

Karena itu, empat ekor penyu bisa lepasliarkan ke habitatnya.  Harapanya satwa yang terancam punah lestari dan bisa berkembang biak.

“Bagi saya dari sisi konservasi adalah lebih cepat itu lebih baik untuk pelepasliaran nya ketimbang Nanti terlalu lama di kolam akan timbul masalah baru itu yang kita khawatirkan,” ungkapnya.

Kasubag TU BKSDA Bali Prawono Meruanto mengatakan, selama ini pihaknya selalu bekerjasama dengan beberapa pihak seperti tni dan polri dalam menindak pelaku perburuan dan jual beli hewan dan tumbuhan yang dilindungi salah satunya penyu.  

Dalam  dua tahun terakhir, kasus jual beli penyu mengalami penurunan. Bahkan Kasus Dipolres Jembrana , merupakan kasus Jual beli penyu yang pertama terjadi tahun 2021 ini.

“Mudah-mudahan ke depan tidak ada kasus-kasus serupa yang terjadi di provinsi Bali,” harapnya.

Seperti diketahui, polisi mengamankan empat ekor penyu dari tersangka SA, 38, ibu rumah tangga di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Satwa dilindungi tersebut diperoleh dari seorang nelayan dari wilaya Jawa dan akan dijual lagi.

Berdasarkan keterangan dari pelaku, mengakui bahwa empat ekor penyu yang disimpan dalam rumahnya merupakan miliknya yang dibeli dari seorang nelayan asal Jawa seharga Rp 2 juta.

Nelayan yang menjual pada pelaku langsung menurunkan penyu di rumah pelaku yang berada di pesisir pantai.

Pelaku juga mengakui bahwa penyu yang dibeli dari nelayan Jawa tersebut akan dijual lagi, tentunya dijual dengan harga lebih mahal untuk mendapat keuntungan. 

Berdasarkan keterangan pelaku, pembelian penyu untuk dijual lagi ini baru pertama kali dilakukan. 

Akibat perbuatannya, pelaku terancam dengan pasal 21 ayat 2 junto pasal 40 KSDA dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda 100 juta.

Sedangkan empat ekor penyu yang diamankan polisi berkoordinasi dengan BKSDA Jembrana untuk penanganan lebih lanjut. Sementara penyu dititipkan di kelompok pelestari penyu Kurma Asih, Desa Perancak. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply