Efek Samping Penyalahgunaan Cairan Pembasmi Serangga, Sebabkan Henti Nafas Hingga Serangan Jantung

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebelumnya sempat heboh beredar video seorang laki-laki bernama Ki Galang Pamungkas yang menyemprotkan cairan pembasmi serangga ke mulutnya.

Bukan hanya sekali, bahkan aksi tersebut dilakukannya hingga berulang kali.

Dan kabarnya Ki Galang Pamungkas telah meninggal dunia pada, Minggu 2 Mei 2021 lalu. 

Kabar meninggalnya Ki Galang Pamungkas yang digadang-gadang karena keracunan cairan pembasmi serangga, dibantah oleh pihak keluarga.

Jro Barak Sebut Mendiang Ki Galang Pamungkas Dikenal Royal dan Suka Membantu Orang Sakit

SOSOK Ki Galang Pamungkas di Mata Jro Barak, Ungkap Sempat Ngelawar Sebelum Meninggal

Pihak keluarga Ki Galang Pamungkas menjelaskan bahwa, almarhum meninggal dikarenakan terkena serangan jantung

Ketika dikonfirmasi, Dokter Umum Puskemas Banjarangkan 2, dr. I Gusti Ngurah Agung Manik Rucika mengatakan, cairan pembasmi serangga yang digunakan oleh Ki Galang tergolong pestisida.

“Cairan pembasmi serangga yang digunakan oleh Ki Galang termasuk golongan cairan pestisida. Dan memiliki efek samping yang banyak terutama pada saluran pernafasan. Mungkin dia melakukan sering berkali-kali. Dan munculnya efek samping setelah menyemprotkan cairan pembasmi serangga ke dalam mulut akan lama karena sekresi zat pada tubuh akan berkumpul terlebih dahulu dan akhirnya terakumulasi ditubuh,” paparnya pada, Senin 3 Mei 2021. 

dr. Rucika juga menambahkan, bisa saja salah satu penyebab kematian Ki Galang adalah kebiasaan buruknya yang menyemprotkan cairan pembasmi serangga ke dalam mulutnya.

Namun jika ingin memastikan penyebab kematiannya lebih jelas lagi, harus dilakukan autopsi. 

“Ya mungkin itu salah satu penyebabnya, dan ketika penyemprotan terakhir mungkin kebanyakan dan akhirnya henti nafas baru terjadi serangan jantung. Yang jelas hasil autopsi yang akan bicara nantinya. Maka dari itu untuk mengetahui penyebab pastinya, harus dilakukan resume dengan autopsi. Dengan tujuan untuk mengetahui apakah kandungan darahnya berisikan kandungan zat pestisida atau tidak,” tambahnya. 

Dan cairan pembasmi serangga yang biasanya digunakan oleh Ki Galang merupakan golongan pestisida jenis Piretroid yang memang biasanya efek sampingnya lebih berat menyerang pada organ pernafasan.

Maka dari itu biasanya setelah menyemprotkan cairan pembasmi serangga dikamar, kita diimbau untuk meninggalkan ruangan.

Selain menyerang organ pernafasan, penyalahgunaan cairan pembasmi serangga juga akan menyebabkan iritasi pada kulit. 

Ki Galang Pamungkas Rencananya Diaben pada 6 Mei 2021 di Setra Desa Adat Jimbaran Badung

KABAR DUKA, Ki Galang Pamungkas Berpulang, Keluarga Sebut Bukan Karena Cairan Pembasmi Serangga

Video Ki Galang Pamungkas Minum Cairan Pembasmi Serangga Viral, Jro Barak: Video Lama Itu

“Selain gangguan pada sistem pernafasan, efek samping lainnya dari penyalahgunaan cairan pembasmi serangga adalah terjadinya iritasi pada kulit,” tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply