Calon Pemudik Terjebak Antrean Panjang di Pelabuhan Gilimanuk

NEGARA -Menjelang larangan mudik yang efektif berlaku pada 6 Mei mendatang, pengawasan pada pelaku perjalanan lebih diperketat.

Pelaku perjalanan yang keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk yang sebelumnya tidak perlu test Covid-19, mulai diberlakukan secara ketat.

Akibatnya, banyak pelaku perjalanan dari Bali ke luar Bali yang terjebak antrean untuk mendapat hasil test, baik menggunakan rapid test antigen maupun genose.

Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Kunjungi Sejumlah PAUD di Jembrana

Antrean pelaku perjalanan yang masuk Bali dan juga keluar Bali harus membawa surat keterangan test negatif Covid-19, baik melalui hasil test PCR, rapid test antigen maupun genose.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali sejak tiga hari terakhir, pelaku perjalanan yang keluar Bali lebih banyak, terutama pengguna roda dua yang memilih mudik lebih awal sebelum larangan mudik efektif diberlakukan.

Pengetatan pelaku perjalanan lintas kabupaten dan provinsi, sudah diatur dalam surat  edaran 13 tahun 2021 larangan mudik hari raya Idul fitri dan pengendalian Covid-19 selama bulan suci Ramadhan.

Dalam aturan tersebut selain mengatur larangan mudik, juga aturan mengenai aturan bagi pelaku perjalanan harus mengantongi surat negatif Covid-19.

“Sesuai surat edaran satgas mengenai pengetatan pelaku perjalan,” ujar Yety salah satu petugas kantor kesehatan pelabuhan Gilimanuk.

Bagi pelaku perjalanan yang tidak membawa surat keterangan negatif Covid-19, maka akan diputar balik dan disarankan untuk melengkapi hasil test lebih dulu.

Kebanyakan pelaku perjalanan yang keluar Bali terjadi pada malam hari, sehingga terjadi antrean panjang.

Agar tidak antre untuk test di pelabuhan, maka pelaku perjalanan disarankan membawa hasil test, sehingga tidak perlu test di pelabuhan. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply