Kapal Selam TNI AL Dikabarkan Hilang Kontak di Perairan Bali Utara

GEROKGAK- Tim SAR dari Pos SAR Singaraja disiagakan di Pelabuhan Celukan Bawang.

Hal itu dilakukan menyusul kabar hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan Kabupaten Buleleng.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, belasan personal dari Pos SAR Singaraja telah bersiaga di sekitar Pelabuhan Celukan Bawang sejak pukul 20.00 malam. Personil bersiaga di sekitar Pos Polisi Perairan Celukan Bawang dan Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang.

Baca juga: Ternyata Tak Hanya Punggung, TSK Juga Tusuk Leher Korban Hingga Tewas

Sementara di Pos TNI AL Celukan Bawang, tak terlihat aktivitas yang mencolok. Hanya ada dua orang personil yang bersiaga di sana. Mereka tidak melakukan aktivitas yang mengarah pada proses pencarian.

Kepala Pos SAR Singaraja Dudi Librana, menolak memberikan komentar terkait aktivitas personilnya di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang.

Alasannya belum ada instruksi terkait proses pencarian kapal selam.

Pihak TNI AL di Pos AL Celukan Bawang juga menolak memberikan komentar. Konon belum ada komando dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar untuk membentuk pos pencarian di Pelabuhan Celukan Bawang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, aktivitas di perairan utara Pulau Bali mulat berkurang sejak Rabu pagi.

Penurunan aktivitas terjadi, setelah muncul pesan berantai yang menyebutkan bahwa akan ada aktivitas latihan bersama di perairan utara Pulau Bali. Sehingga nelayan memutuskan mengurangi aktivitas di perairan.

Seperti di Pantai Penimbangan Singaraja. Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Penimbangan Lestari sudah mengeluarkan himbauan agar tidak ada aktivitas di kawasan perairan selama beberapa hari kedepan.

Himbauan itu efektif berlaku sejak kemerin (21/4) sampai dengan waktu yang belum ditentukan.

“Ya demi keselamatan. Per hari ini sudah tidak ada aktivitas melaut atau menyelam dulu. Siapa tahu ada peluru nyasar, atau ada dentuman di bawah air. Supaya tidak menimbulkan bahaya,” kata Ketua Pokmaswas Penimbangan Lestari, Gede Wiadnyana saat dihubungi kemarin.

Menurut Wiadnyana sekitar pukul 13.00 siang, ia sempat melihat sebuah kapal perang yang melintas di perairan Pantai Penimbangan.

Diduga itu adalah KRI Bung Tomo-357. Pantauan Jawa Pos Radar Bali di kanal marine traffic, saat ini ada tiga unit kapal perang yang beraktivitas di perairan utara Pulau Bali. Yakni KRI Bung Tomo-357, KRI Kapitan Patimura-371, dan KRI Diponogoro-351.   

“Ya awalnya saya lihat datang dari arah barat ke timur. Kemudian pas di depan Pantai Penimbangan itu saya lihat balik arah, langsung ke barat lagi,” ujarnya.

Wiadnyana sendiri belum mengetahui kabar adanya kapal selam yang hilang kontak di perairan Buleleng. Menurutnya informasi terakhir ya ia terima adalah aktivitas simulasi penembakan rudal dan torpedo, di perairan Buleleng.

“Kami ikuti himbauan dari rekan-rekan TNI Angkatan Laut saja. Dieberei informasi agar tidak melaut dulu, kami ikuti. Sampai dengan ada informasi lebih lanjut untuk melaut kembali. Menghindari bahaya,” tegasnya.

Sebagaimana dilaporkan Jawa Pos, Kapal Selam KRI Nanggala-402 dikabarkan hilang kontak di perairan Bali. Berjarak sekitar 95 kilometer arah utara Pelabuhan Celukan Bawang. Kapal hilang kontak pada Rabu (21/4) pagi.

Rencananya KRI Nanggala akan dilibatkan dalam latihan penembakan rudal dan torpedo di perairan laut Bali pada Kamis (22/4) harı ini.

Latihan itu sedianya akan disaksikan langsung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

KRI Nanggala-402 merupakan satu dari lima kapal selam yang dimiliki Indonesia. Kapal ini diproduksi perusahaan Jerman pada 1979, dan dibeli oleh Indonesia pada 1981. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply