Dua Tersangka OTT Dinonaktifkan dari Jabatan Perbekel dan Kelian

GIANYAR – Tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT), Nyoman Surata dinonaktifkan dari jabatan sebagai perbekel Melinggih.

Pemberhentian sementara juga berlaku bagi Kelian Banjar Dinas Geria I Nyoman Pania yang diduga sekongkol melakukan pungutan liar (pungli).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi, menyatakan, sebagai penggantinya, sekretaris Desa Melinggih ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengurus pemerintahan di desa.

Baca juga: Periksa Tiga Saksi, Polisi Cari TKP dan Waktu Video “Bu Desak” Direkam

Sedangkan Kelian yang dinonaktifkan digantikan oleh Kaur Desa.

“Sekarang Plt Perbekel. Karena Perbekel diberhentikan sementara dengan status tersangka,” ujar Dewa Adi, Rabu (21/4).

Lanjut Adi, apabila dalam pengadilan nanti Perbekel Melinggih dan Kelian divonis bebas atau tidak bersalah, maka otomatis mereka kembali ke jabatannya.

“Karena selama mereka statusnya tersangka mereka diberhentikan sementara. Tolong diingat nggih mangkin niki perbekel diberhentikan sementara,” tegasnya.

Dengan pemberhentian sementara, Dewa Adi menegaskan jika Wayan Surata belum bisa disebut mantan perbekel.

“Ampura mereka sekarang bukan mantan,” jelasnya.

Dewa Adi juga membeberkan Peraturan Daerah (Perda) Gianyar No. 3 Tahun 2018 Tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Perbekel.

“Bahwa Plt Perbekel selama Perbekel diberhentikan sementara karena statusnya sebagai tersangka dan apabila nanti dalam putusan pengadilan perbekel divonis bersalah dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maka Bupati memberhentikan Perbekel tersebut dengan tidak hormat,” ujarnya.

Selanjutnya, sesuai Perda tersebut, bupati bisa mengangkat Penjabat (Pj) Perbekel dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Pj Perbekel memegang jabatan maksimal 6 bulan. Dalam kurun waktu 6 bulan, tersebut dilakukan proses pemilihan Perbekel pengganti Antar Waktu (PAW) hasil pemilihan perbekel PAW tersebut nantinya dilantik oleh Bapak Bupati untuk sisa masa jabatan perbekel sebelumnya,” jelasnya.

Mengenai nasib Surata pasca-diberhentikan sementara, tidak memperoleh gaji dan fasilitas sebagai kepala desa.

“Kalau  Perbekel diberhentikan sementara semua hak haknya diputus sementara,” pungkasnya.

Di bagian lain, Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Losa Araujo, menyatakan berkas kasus OTT tersebut sudah bergulir dari Polres ke Kejaksaan Negeri Gianyar. “Berkas sudah kami kirim ke jaksa. Sekarang masih menunggu apakah ada petunjuk jaksa,” ujarnya, Rabu.

Kini kepolisian masih menunggu, apakah berkas sudah lengkap atau belum. “Kalau dari pemeriksaan jaksa menyatakan sudah lengkap semua berarti P21. Tapi kalau masih ada kekurangan berarti kami harus lengkapi lagi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus OTT perbekel dan Kelian berlangsung Kamis, 11 Februari 2021. Selain menangkap dua pelaku, polisi mengamankan uang diduga hasil pungli Rp 5 juta.

Dugaan pungli terjadi ketika ada korban hendak mengurus sertifikat tanah. Korban memerlukan tanda-tangan kelian. Kelian meminta uang Rp 5 juta untuk mengeluarkan tandatangan. Korban akhirnya menyerahkan uang.

Selanjutnya, Kelian membagi uang itu. Kelian ke rumah perbekel Wayan Surata memberikan uang Rp Rp 2 juta. Usai diamankan, istri perbekel Surata sempat membantah suaminya melakukan pungli. Bahkan sang istri menilai kasus bermuatan politis.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply