Ditinggal Pedagang, Lapangan Sutasoma Jadi Kumuh Penuh Sampah

GIANYAR – Lapangan Sutasoma di perbatasan Desa Batuan-Sukawati sempat dijadikan tempat relokasi bagi pedagang Pasar Seni.

Kini, pedagang sudah pindah ke pasar baru. Namun, Lapangan yang ditinggal kondisinya penuh sampah.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, sampah plastik hingga kertas berserakan di lokasi itu.  Ada juga rak semacam lemari untuk memajang dagangan ditinggal oleh pedagang. Rak itu teronggok menambah daftar sampah.

Baca juga: Kapal Selam TNI AL Dikabarkan Hilang Kontak di Perairan Bali Utara

Bahkan, ada payung besar penuh lubang juga ditinggal. Posisi payung sebagai peneduh miring.

Sampah hampir merata ada di setiap sudut bangunan relokasi.

Salah satu warga yang kebetulan ada di lapangan itu mengaku barang yang ditinggalkan pedagang sudah tidak terpakai lagi.

“Di pasar baru, sudah dapat rak. Jadi meja, rak, tidak dipakai ya, ditinggal di sini,” ungkapnya.

Mengenai sampah plastik yang berserakan, dia mengaku itu sisa dagangan yang juga tidak diangkut pedagang. “Angkut barang jualan sudah capek, mungkin capek bersihkan ini,” kelitnya.

Terkait kondisi memprihatinkan tersebut, Camat Sukawati, Gusti Ngurah Udayadnya, mengaku akan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Nggih tyang koordinasi sareng Dinas Perdagangan dumun (Ya, kami koordinasi dengan Dinas Perdagangan dulu, red),” jelasnya.

Disinggung nasib lapangan, apakah akan dikembalikan jadi lapangan, pihaknya belum bisa memberikan jawaban. “Ampura ten uning tyang (Maaf, saya tidak tahu, red),” pungkasnya.

Untuk diketahui, Lapangan Sutasoma dulu sebagai tempat olahraga. Demi revitalisasi Pasar Seni, fungsi lapangan disulap jadi Lapak untuk relokasi pedagang.

Ditengah proses persiapan revitalisasi, sempat ada erupsi Gunung Agung. Banyak masyarakat Karangasem mengungsi.

Lapangan Sutasoma yang sudah disulap jadi Lapak, akhirnya sempat dijadikan penampungan pengungsi Gunung Agung. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply