Sudah Persiapan, Festival Film di Gianyar Mendadak Ditunda

GIANYAR — Ajang Festival Film Dokumenter Biografi yang sedang tahap persiapan, mendadak ditunda. Itu menyusul terbitnya Surat Edaran (SE) Sekda Gianyar pada 13 Februari lalu. SE yang sesuai arahan bupati Gianyar meminta kegiatan di Dinas Kebudayaan ditunda.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Gusti Agung Sri Widiawati, membenarkan penundaan tersebut. Festival Film Dokumenter Biografi, rencananya diikuti oleh generasi muda di seluruh Bali. 

Tema yang diangkat, tentang penghormatan terhadap seniman Gianyar. Sejak Januari berbagai persiapan sudah dilakukan. 

“Sudah dilakukan Technical Meeting. Dan persiapan lakukan sejak bulan Januari sampai Februari,” ujar Widiawati, Selasa (23/2).

Mendadak muncul SE dari Sekda Gianyar untuk menindaklanjuti arahan Bupati Gianyar berkaitan dengan situasi pandemi Covid-19. Sehingga pihaknya terpaksa menunda sementara pelaksanaan festival tersebut. 

“Tidak hanya kegiatan festival ini. Tapi semua kegiatan ditunda untuk sementara waktu, sampai situasi kembali normal,” jelasnya.

Sejumlah kegiatan di Dinas Kebudayaan, seperti turun ke lapangan memberikan pembinaan juga ikut ditunda. Kata dia, yang diprioritaskan saat ini untuk pembayaran listrik, air di kantor dan gaji pegawai. Sehingga sejumlah kegiatan memang tidak bisa digelar di tahun 2021 ini akibat adanya refocusing anggaran. 

“Itu pun selalu meminta persetujuan dari Pak Bupati melalui Pak Sekda,” imbuhnya.

Atas ditundanya festival film dokumenter tersebut, pihaknya sudah memberitahukan kepada seluruh peserta. Dari kuota 100 peserta, sudah ada 30 peserta yang mendaftarkan diri. 

“Melalui bidang kami sudah beritahukan penundaan ini kepada para peserta,” jelasnya.

Ditanya soal yang memberatkan dari penyelenggaran festival, pihaknya menyebut terkendala anggaran.

“Hadiah. Disamping itu, kami ikut merasakan situasi. Masalah besar kecilnya dana, dana tidak ada,” terangnya.

Mengenai sponsor atau dana pihak ketiga, pihaknya menegaskan jika pihaknya bekerja sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). 

“Kalau di desa silahkan. Mereka masing-masing bisa buat kegiatan. Kalau kami bekerja sesuai DPA,” terangnya.

Di tahun 2021 ini hanya ada beberapa kegiatan saja yang bisa digelar. Yakni Bulan Bahasa Bali sesuai arahan dari Gubernur Bali. Sedangkan, untuk Pesta Kesenian Bali (PKB) yang rencananya digelar virtual pada Mei-Juni 2021, akan dilakukan koordinasi. “Kami masih menunggu arahan dari bapak Bupati,” pungkasnya. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply