Kodam IX/Udayana Garap Proyek Pompa Hidram Atasi Krisis Air, Dongkrak Sektor Pertanian dan Peternakan

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kodam IX/Udayana menggarap proyek belasan Pompa Hidram guna mendukung sektor pertanian dan peternakan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga di Nusa Tenggara.

Aster Kasdam IX/Udayana, Kolonel Inf I Made Mahaparta menyampaikan, terdapat 19 titik proyek Pompa Hidram yang ditargetkan selesai pada bulan Maret 2021 mendatang.

“Dalam pelaksanaannya ada 19 Pompa Hidram yang di bangun tersebar di 9 Kodim Jajaran Kodam IX/Udayana,” ujar Kolonel Inf I Made Mahaparta mewakili Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya dalam keterangan tertulis kepada Tribun Bali, Senin 22 Februari 2021.

Ia merinci 9 Kodim jajaran tersebut meliputi Kodim 1604/Kupang, Kodim 1605/Belu, Kodim 1606/Lobar, Kodim 1608/bima, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1618/TTU, Kodim 1621/TTS, Kodim 1625/Ngada dan Kodim 1627/Rote Ndao.

Baca juga: 464 Prajurit Kodam IX/Udayana yang Jadi Penyintas Covid-19 Telah Donor Plasma Konvalesen

Baca juga: Anggota TNI Kodam IX/Udayana Dirikan Perpustakaan Mini Bagi Anak – Anak di Perbatasan

Baca juga: Satgas Pamtas RI-RDTL Kodam IX/Udayana Segera Akhiri Masa Tugas di Perbatasan

Kodam IX/Udayana telah memulai proyek dengan pengambilan data tentang potensi pertanian dan peternakan yang berada di 19 Pompa Hidram di wilayah Korem 161/Wira Sakti dan Korem 162/Wira Bhakti.

“Dalam upaya melengkapi data tersebut secara valid, agar pada kesempatan ini para Dandim memaparkan terkait kegiatan dan sasaran yang dikerjakan,” katanya.

Para Dandim juga telah menyampaikan paparan terkait potensi pertanian dan peternakan yang bisa dikembangkan terkait dibangunnya proyek Pompa Hidram di wilayah tugasnya masing-masing.

Adapun hal tersebut dibahas salam Rapat Koordinasi (Rakor) melalui Vidcon menindaklanjuti paparan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., kepada Menko Marves RI, Menteri Pertanian RI, Menteri PUPR RI dan Menteri ESDM RI.

“Untuk itu, kita semua diharapkan bisa kerja cepat dan bukan berarti asal selesai, sehingga waktu yang ada agar benar-benar dimanfaatkan untuk mendata dan mensurvey benar, sehingga hasilnya sesuai dengan apa yang menjadi keinginan pimpinan,” ucapnya.

Upaya yang dilakukan Kodam IX/Udayana ini menjawab kegelisahan masyarakat Nusa Tenggara khususnya yang dilanda krisis air.

“Harapannya apa yang kita kerjakan semua ini dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.(*).

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply