Ditangkap Jual Ribuan Pil Koplo di Denpasar Bali, Jeki Diganjar Pidana Dua Tahun Penjara

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Rasa menyesal dan bersalah yang disampaikan Jeki Yusi Ardiansyah dalam pembelaannya, tidak membuat majelis hakim menurunkan putusannya.

Dalam amar putusannya, majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan mengganjar Jeki dengan pidana penjara selama dua tahun.

Dalam sidang yang digelar secara virtual, Jeki dinyatakan bersalah karena mengedarkan ribuan pil koplo

“Putusan hakim sama dengan tuntutan jaksa. Terdakwa dijatuhi pidana dua tahun penjara, denda Rp 800 juta subsidair tiga bulan penjara,” jelas Pipit Prabhawanty selaku penasihat hukum terdakwa, Rabu, 24 Pebruari 2021.

Terhadap putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) tersebut, baik terdakwa maupun jaksa sama-sama menerima.

Baca juga: Ditangkap Jual Ribuan Pil Koplo di Denpasar, Jeki Minta Keringanan Usai Dituntut Dua Tahun Penjara

Baca juga: Beraksi Bareng Suami Siri Edarkan Pil Koplo, Nanik Menerima Dibui Tiga Tahun

Baca juga: Ngaku Bisa Usir Roh Jahat, Pria Beristri Rudapaksa 9 Anak di Bawah Umur, Korban Diberi Pil Koplo

“Terdakwa menerima, jaksa juga menerima putusan hakim,” terang pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar itu. 

Dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan, bahwa terdakwa kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, 18 Mei 1994 bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 196 Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Dibeberkan dalam surat dakwaan JPU, terdakwa Jeki ditangkap kosnya di Jalan Gunung Arjuna, Teuku Umar Barat, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Selasa, 1 Desember 2020 sekitar Pukul 14.40 Wita.

Terdakwa diamankan berdasarkan adanya laporan masyarakat tentang adanya peredaran pil koplo yang dilakukan terdakwa.

Atas laporan itu lah petugas kepolisian Polresta Denpasar melakukan penyelidikan.

Usai menangkap terdakwa, selanjutnya dilakukan penggeledahan di kamar kos tersebut.

Hasilnya ditemukan 2740 butir tablet warna putih logo Y atau pil koplo yang disimpan di toples.

Pula diamankan uang tunai senilai Rp. 230 ribu sebagai hasil penjualan tablet warna putih logo Y tersebut.

Terdakwa sendiri mendapat ribuan pil koplo itu dengan cara membeli dari Soleh (DPO).

Pil koplo itu dijual kembali oleh terdakwa seharga Rp 30 ribu untuk 10 butirnya. 

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply