Danlanud Lanud I Gusti Ngurah Rai Harapkan Ada Anggotanya yang Bisa Jadi Atlet Tembak

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Lanud I Gusti Ngurah Rai rutin setiap 3 bulan sekali mengadakan latihan menembak dan diikuti seluruh personel yang ada, diawal tahun 2021 ini diadakan selama dua hari mulai hari ini, Selasa 23 Februari 2021.

“Latihan menembak yang diadakan oleh Lanud I Gusti Ngurah Rai ini merupakan program kerja yang sudah kita susun untuk tahun 2021. Dan kita laksanakan secara rutin setiap triwulan bagaimana cara kita melatih kemampuan kita sebagai seorang anggota militer,” ujar Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb Reza Ranesa, Selasa 23 Februari 2021.

Dalam latihan ini dasar-dasar menembak kita refresh kembali sehingga tentunya seluruh anggota Lanud I Gusti Ngurah Rai sampai tahap mampu menguasai alusista atau senjata yang dimilikinya dan tentunya dengan hasil menembak yang baik.

“Hasil ini kita akan re-evaluasi, kita akan review sehingga kita cari bibit-bibit yang bisa menjadi atlet yang dapat mewakili Lanud I Gusti Ngurah Rai. Saya yakin diantara seluruh anggota 150 orang ini saya yakin ada bibit-bibit yang bisa kita bina dan fokuskan latihannya untuk dijadikan atlet menembak,” imbuhnya.

Baca juga: Yasarini Pengurus Cabang Lanud I Gusti Ngurah Rai Dampingi Peserta Try Out UTBK Nasional

Baca juga: Dukung Pelaksanaan PPKM Mikro dan Vaksinasi di Bali, Lanud I Gusti Ngurah Rai Kerahkan Babinpotdirga

Baca juga: Wakil Bupati Badung Menerima Danlanud I Gusti Ngurah Rai, Dapat Hadiah Bonsai

Dari hasil pantauannya pada hari pertama latihan menembak, rata-rata anggotanya cukup baik tidak ada yang di bawah standar.

“Saya rasa tidak ada yang terlalu jelek sekali cukup standar, namun kita bisa melihat mana kira-kira anggota yang bisa berpotensi dan dilakukan pembinaan yang lebih intensif dan kita jadikan atlet,” kata Kolonel Pnb Reza Ranesa.

Latihan menembak diadakan di Lapangan Tembak Tohpati Brimob Denpasar, Bali.

Diikuti lebih kurang 150 personel Lanud I Gusti Ngurah Rai, dibagi selama dua hari penyelenggaraan.

Seluruh personel dilatih dua kali menembak, pertama menembak menggunakan pistol dengan jarak 20 meter ke target dan senapan laras panjang dengan jarak 50 meter ke target.

Pistol yang digunakan ada tiga tipe diantaranya pistol G2 Combat, pistol Glock 16 dan pistol Sig Souer, sementara untuk senapan laras panjang menggunakan tipe K2 Daewoo.

“Kita bisa lihat di lesan (kertas target menembak) pengenaannya bagaimana, kita bisa koreksi bidikannya. Supaya anggota insyaallah nanti bisa sampai tahap mahir menembak. Kita masih tembak target belum ke tembak reaksi karena dasar-dasar menembak yang dulu diberikan adalah tembak target menggunakan lesan,” tutur Kolonel Pnb Reza Ranesa.

Selama kegiatan berlangsung tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, di mana seluruh peserta wajib memakai masker di area lapangan tembak, cek suhu tubuh, diimbau sesering mungkin mencuci tangan, tetap menjaga jarak dan sebelum mengikuti kegiatan dilaksanakan rapid antigen dan yang hasilnya negatif diperbolehkan mengikuti latihan.(*).

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply