Kadispar Diduga Terima Rp 100 Juta Lebih, Tapi Baru Kembali Rp 59 Juta

SINGARAJA-Kasus dugaan korupsi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pariwisata untuk program Buleleng Explore dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan terus menuai sorotan publik.

Apalagi dari hasil pendalaman soal aliran dana yang dilakukan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, terungkap bahwa uang hasil korupsi bukan hanya dinikmati oleh kalangan pejabat  dan staf di Dinas Pariwisata Buleleng saja.

Melainkan uang korupsi juga dijadikan bancakan sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemkab Buleleng.

Masih terkait aliran dana, setelah sebelumnya Kepala Kejari Buleleng  I Putu Gede Astawa menyebut besaran nilai uang hasil korupsi yang dibagi-bagi hingga pegawai terendah. Kini Astawa juga mengungkap dugaan nilai uang yang diterima oleh kepala Dispar Buleleng.

Sesuai pernyataan kajari Buleleng, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Made Sudama Diana diduga menerima uang korupsi sebesar Rp 100 juta lebih.

“Untuk kelas kadis itu menerima uang Rp 100 juta lebih. Tapi yang baru kembali itu Rp 59 juta,” kata Astawa saat ditemui di Kejari Buleleng, Selasa (23/2).

Lebih lanjut Astawa mengatakan, pegawai terbawah yang tugasnya setara dengan cleaning service, hanya menerima uang senilai Rp 200 ribu. Namun para pegawai itu secara kooperatif mengembalikan dana pada penyidik kejaksaan.

“Mereka ini tidak tahu uang dari mana. Karena kami sudah sampaikan agar ini dikembalikan, mereka secara kooperatif mengembalikannya pada penyidik.

Memang menurut keterangan salah satu PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Red) di Dispar, atas perintah pimpinannya agar uang itu dibagikan pada seluruh staf sebagai uang kesejahteraan,” ujarnya

Sumber Radar Bali

Leave a Reply