Heboh, Warga Mendoyo Ditemukan Suami dan Anak Tewas di Depan Rumah

NEGARA-Warga Banjar Tegak Gede, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Selasa pagi (23/2) dibuat geger.

Heboh warga ini menyusul dengan aksi gantung diri Ni Ketut Netri, 70, warga setempat.

Kapolsek Mendoyo Kompol I Made Karsa saat dikonformasi menjelaskan, korban ditemukan pertama kali oleh suami dan anaknya sekitar pukul 06.00 WITA.

Saat itu suami dan anak korban baru saja bangun tidur.

Menurut keterangan suaminya, sebelum ditemukan tewas, Senin malam (22/2) korban sempat diminta masuk kamar untuk beristirahat. Namun saat diminta tidur di kamar, korban menolak dan bersikeras untuk tidur di balai bambu di luar rumah. “Suaminya sudah melarang,” jelas Kompol Karsa.

Bahkan, imbuh Karsa, suami korban juga melihat jika mendiang sempat terlihat gelisah dengan keluar dari kamar dan mondar mandir di halaman rumah.

Beberapa kali disarankan untuk istirahat di dalam kamar, namun lagi-lagi korban menolak dan tetap tidur di luar rumah.

Akhirnya karena menolak untuk disarankan tidur di dalam, suaminya kemudian masuk dan tidur di dalam rumah. Sedangkan korban korban memilih tidur di balai bamboo di luar rumah.

Baru paginya, saat saksi bangun tidur sekitar pukul 06.00 wita, saksi tidak melihat korban.

“Biasanya kalau pagi korban ini menyapu halaman”ujar kapolsek.

Ada sesuatu yang aneh, akhirnya saksi melihat ke balai bambu tempat korban tidur dan menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung dengan menggunakan kain selendang warna putih hijau, di kayu balai bambu dengan posisi kaki korban sudah menyentuh tanah dalam keadaan meninggal dunia.

“Menurut keterangan dari kedua saksi bahwa korban mengalami sakit dengan keluhan di dada dan perut sering terasa perih selama kurang lebih lima tahun,” ujarnya.

Korban sudah sempat menjalani pengobatan secara medis maupun tradisional namun tidak juga kunjung sembuh.

“Dari pihak keluarga korban tidak melakukan otopsi dan mengihklaskan kejadian tersebut sebagai musibah,” tukasnya.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply