Cabuli Anak Dibawah Umur di Indekos Denpasar, Kakek Mijan Dituntut Dakwaan Alternatif

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Mijan alias Engkong (58) akhirnya dihadapan di persidangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ia diadili, karena diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur.

Pria kelahiran Ciamis, Jawa Barat 5 Mei 1962 ini, menjalani sidang dakwaan yang digelar secara online dan berlangsung tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 23 Pebruari 2021.

Ditemui usai sidang, tim penasihat hukum yang ditunjuk mendampingi terdakwa Mijan menyatakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam surat dakwaannya memasang dakwaan alternatif terhadap terdakwa.

UPDATE Oknum Sulinggih Tersangka Kasus Pencabulan, Jaksa Kejati Bali Nyatakan Berkas Telah Lengkap

Dakwaan pertama, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 81 Ayat (2) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI. No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI. No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

“Atau dakwaan kedua, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 82 Ayat (1) Jo. 76 E  UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI. No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI. No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” jelas Aji Silaban didampingi Pipit Prabhawanty.

Terhadap dakwaan JPU, pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar itu menyatakan, terdakwa tidak mengajukan keberatan.

“Kami tidak mengajukan eksepsi.

Untuk sidang selanjutnya mengagendakan pemeriksaan keterangan para saksi. Sidangnya minggu depan,” papar Aji Silaban.

Diketahui, terdakwa yang bekerja sebagai buruh bangunan ini melakukan pencabulan terhadap anak korban di sebuah kamar kos di Denpasar.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply