Terungkap Korupsi Hibah PEN Pariwisata Disebut Perintah Kadis di Rapat

SINGARAJA– Kasus dugaan korupsi dana hibah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor pariwisata di Buleleng terus bergulir.

Terbaru, usai menetapkan delapan pejabat di Dinas Pariwisata Buleleng sebagai tersangka, kini ada fakta mengejutkan dari kasus korupsi yang diduga merugikan Negara sebesar Rp 524 juta lebih ini.

Fakta mengejutkan itu yakni menyusul adanya pernyataan Gede Suryadilaga, tim pengacara tersangka I Nyoman Gede Gunawan.

Sesuai pernyataannya, Suryadilaga menyebut bahwa perbuatan penyimpangan uang Negara ini merupakan instruksi alias perintah dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Made Sudama Diana.

Di sisi lain Gede Suryadilaga yang menjadi pengacara tersangka I Nyoman Gede Gunawan menyebut kliennya dicecar 30 peternyaan oleh penyidik.

Kata Suryadilaga, kliennya sebenarnya tidak terlalu bersalah. Karena hanya melakukan kebijakan yang diperintahkan oleh atasan.

Menurut Suryadilaga, kliennya sempat menerima instruksi dari Kadis Pariwisata Made Sudama Diana untuk menyisahkan sejumlah uang dari program Buleleng Explore.

Namun saat itu tersangka Gunawan disebut mengabaikan permintaan tersebut.

“Klien kami mengarahkan pada bawahannya, agar program itu dilaksanakan sebaik-baiknya. Jangan pernah macam-macam. Tugas klien kami itu hanya membuat program. Kemudian eksekusi program itu ada pada PPTK di bawahnya. Peran klien kami hanya pengawasan saja,” jelasnya.

Konon setelah instruksi itu diabaikan, Kadispar menggelar rapat yang melibatkan para kepala bidang dan PPTK. Dalam rapat itu, menurut Suryadilaga, ada instruksi untuk melakukan penyisihan dana dari program yang terpasang.

“Dalam rapat resmi yang disampaikan oleh kadis sendiri, bahwa pemegang kegiatan itu harus memperhatikan kesejahteraan staf. Kebijakan itu dari atasan klien kami. Karena klien kami ada dalam struktur instansi itu, sehingga klien kami turut terlibat dan menjadi korban atas kebijakan tersebut,” tegas Suryadilaga.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Buleleng membongkar dugaan tindak pidana korupsi dalam program Buleleng Explore dan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan. Hingga kemarin penyidik pada Kejari Buleleng telah mengumpulkan uang Rp 524.610.900. Uang ratusan juta itu ditengarai sebagai kerugian negara yang timbul dalam perkara ini.

Penyidik telah menetapkan 8 orang tersangka yang terseret dalam perkara tersebut.

Mereka adalah  Made Sudama Diana, Nyoman Ayu Wiratini, I Nyoman Gede Gunawan, Putu Budiani, I Gusti Ayu Maheri Agung, Nyoman Sempiden, Kadek Widiastra, serta Putu Sudarsana.

Seluruhnya adalah pejabat pada Dinas Pariwisata Buleleng.

Mereka ditahan pada dua lokasi berbeda. Tersangka pria ditahan di Rutan Mapolres Buleleng, sementara tersangka wanita ditahan di Mapolsek Sawan Singaraja. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply