Jumlah Kasus Positif Covid-19 Naik di Bangli Bali Pasca PPKM Mikro

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level mikro dalam dua pekan terakhir, nampaknya tak banyak membawa perubahan sebaran kasus corona di Bangli.

Terlebih jika dibandingkan dengan bulan Januari, akumulasi kasus corona di bulan Februari justru mengalami peningkatan.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa mengungkapkan berdasarkan data per bulan Februari, akumulasi kasus corona hingga tanggal 21 Februari mencapai 409 kasus.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan total kasus di Bulan Januari sebanyak 355 kasus.

“Kalau secara umum, berdasarkan statistic yang kita lihat perbandingan bulan dari Januari sampai Februari, jumlah kasusnya meningkat,” ujarnya Senin (22 Februari 2021).

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Bangli Bali Bertambah 30 Kasus Dalam 2 Hari Terakhir & 2 Pasien Meninggal

Baca juga: Kondisi Menurun, Ashanty yang Positif Covid-19 Harus Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca juga: Bangli Tambah 31 Kasus Positif Covid-19 Dalam Dua Hari Terakhir

Dirgayusa mengaku pihaknya belum bisa memastikan apakah peningkatan kasus ini ada korelasinya dengan PPKM selama dua pekan terakhir.

Sebab saat ini pihaknya masih melakukan rekapitulasi update zona sebaran covid-19 di Bangli.

“Kami masih menyiapkan data statistic ke pimpinan terkait perkembangan sebaran kasus Corona di Bangli,” ujar dia.

Selain itu, ia menegaskan perlu mempelajari kualitas hubungan antara tindakan yang diambil dengan penurunan kasus.

Sebab menurut dia, berhasil dan tidaknya PPKM kembali pada masing-masing zona/Desa.

Dirgayusa mencontohkan Desa Kintamani. Ia mengatakan sebelumnya desa tersebut mengalami peningkatan kasus tinggi dan merupakan zona merah.

Namun oleh Satgas Desa diberlakukan PPKM dengan sangat ketat, sehingga terjadi penurunan kasus.

“Sebaliknya desa-desa yang masuk ke zona kuning, misalnya, jika tidak ada perlakuan yang diambil sesuai arahan Inmendagri, dan statusnya meningkat menjadi zona merah, ini kan berarti perlakuan PPKM-nya yang tidak benar, bukan programnya yang salah. Dalam hal ini kita sedang melakukan pemutakhiran data terkait sebaran zona covid-19,” terangnya.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply