Tragedi Satu Keluarga Pengungsi Terserat di Gurun dan Mati Kelaparan

TRIBUN-BALI.COM, KUFRA – Tragedi senantiasa menyertai para pengungsi dari daerah konflik akibat perebutan kekuasaan, perang dan sebab lainnya.

Oman Observer hari Minggu 14 Februari 2021 melaporkan, sebanyak delapan orang yang merupakan satu keluarga ditemukan tewas mengenaskan di gurun Libya.

Satu keluarga pengungsi ini diyakini tersesat di gurun maha luas lalu kelaparan. Hal yang mengharukan ditemukan surat berisi kata-kata mereka yang terakhir.

Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan jasad kedelapan orang pengungsi itu bergelimpangan bersama barang-barang berceceran di sekitar mobil.

Baca juga: PBB Beri Peringatan Ratusan Juta Orang Berada di Ambang Kelaparan Akibat Pandemi Covid-19

Baca juga: Kisah Pilu Satu Keluarga Kelaparan & Numpang Hidup di Kebun Orang, Istri Hamil Tua & Tak Punya Uang

Sebagian barang mereka  sudah terkubur pasir gurun.

Sejumlah media setempat melaporkan, sebanyak 21 orang termasuk anak-anak mengungsi dengan mobil SUV Toyota Sequoia.

Mobil itu ditemukan sudah terbengkalai tak berpenumpang, sekitar 400 km barat daya kota Kufra, Libya.

Polisi yang sedang berpatroli di kawasan tersebut menemukan jasad tiga wanita dan lima pria, sedangkan nasib 13 orang lainnya tidak diketahui keberadaannya. Apakah masih hidup atau sudah tiada.

Penyelidikan dari polisi Libya menemukan, keluarga pengungs itu berangkat dari El Fasher di Sudan menuju Kufra di Libya pada Agustus tahun 2020 lalu. Mereka tersesat. Tak tahu arah ke mana.

Namun, mobil mereka baru ditemukan pekan lalu bersama surat kata-kata terakhir.

“Kepada siapa pun yang menemukan surat ini, ini nomor telepon saudara laki-laki saya, Muhammad Saifuddin,” demikian bunyi kalimat di surat itu.

“Maaf Bu karena tidak bisa menghubungi dirimu. Ayah dan Nasir, aku mencintaimu. Doakan kami, izinkan kami mati di sini,” demikian bunyi surat tersebut.

Beberapa laporan menyebutkan, tragedi seperti ini bukan yang pertama di Libya yang sampai sekarang masih dilanda konflik.

Sebelumnya sudah ada ratusan orang yang kehilangan nyawa saat mengungsi dari daerah konflik tersebut.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul Satu Keluarga Tewas Kelaparan di Gurun, Sempat Tulis Kata-kata Terakhir

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply