Buleleng Tetap Siapkan Hotel Untuk Isolasi Pasien OTG

Sekretaris GTPP Covid-19 Drs. Gede Suyasa, M.Pd. Melakukan koordinasi untuk membahas persiapan hotel untuk ioslasi OTG gejala ringan (BP/Mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kabupaten Buleleng tetap menyiapkan hotel untuk isolasi bagi pasien Covid-19 yang dikategorikan Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan gejala ringan. Keputusan ini diambil menyusul dihentikannya isolasi terpusat yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd Minggu (21/2) mengatakan, seperti instruksi dari GTPP Covid-19 Provinsi Bali di awal memang ada dua skema tempat isolasi bagi pasien OTG. Pertama bisa dilakukan isolasi terintegrasi di desa. Pilihan kedua iolasi terintegrasi di kabupaten. Dari rapat bersama kabupaten/ kota akhirnya lebih banyak memilih ioslasi dikabupaten dengan menyiapkan hotel.

Setelah diputuskan isolasi di kabupaten, GTPP Covid-19 Buleleng mulai melakukan penjajagan untuk mencari hotel yang bersedia menjadi loaksi iolsasi. “Sesuai hasil rapat dengan provinsi sudah diputuskan isolasi terpusat di kabupaten dengan menyiapkan hotel. Ini tidak lagi nunggu surat resmi dari provinsi, namun pakai keputusan rapat saja. Takutnya kalau terlalu lama nanti akan berpengaruh pada perkembangan angka kasus harian di daerah kita,” katanya.

Menurut Suyasa, sesuai data pasien yang terpapar Covid-19 dengan satus OTG saat ini sebanyak 52 orang. Sesuai data itu, pihaknya sudah menugaskan BPBD dan Satpol PP untuk mencari hotel yang akan disewa untuk isolasi. Nantinya, kamar hotel yang disiapakan di kabupaten ini hanya untuk pasien OTG baru. Itu artinya, untuk warga Buleleng yang sedang menjalani isolasi di hotel di Pemprov Bali, maka pasien bersangkutan tidak akan dipindah. Sisa masa waktu isolasi itu akan tetap dilanjutkan di tempat isolasi saat ini.

Terkait tarif sewa kamar, Suyasa menyebut akan mengikuti ketentuan yang sudah diatur oleh pemerintah pusat. Hanya saja, pihaknya masih belum berani memastikan sampai kapan akan bisa menganggung biaya isolasi di hotel ini. Jika sampai berbulan-bulan, maka konsekuensinya harus dilakukan perubahan anggaran di daerah.

“Mudah-mudahan secepatnya kita sudah dapat hotel dan nanti masalah anggaran kita sesuaikan dengan ketentuan yang sudah mengatur seperti dulu kita melakukan isoslasi bagi Pekerja Migran Indoensia (PMI), dan kalau sudah ada hotel mungkin segera kita buka isolasi di kabupaten.” katanya. (Mudiarta/Balipost)

Sumber https://www.balipost.com/news/2021/02/21/176507/Buleleng-Tetap-Siapkan-Hotel-Untuk…html

Leave a Reply