Ironis, Curi Dua Ekor Babi untuk Upacara Agama, Warga Ubud Ditangkap

BANGLI- Berdalih karena himpitan ekonomi, seorang warga Ubud, Gianyar, Bali harus berurusan dengan polisi karena mencuri.

Dia adalah I Made Sukada, 53. Warga asal Banjar Kutuh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar ini ditangkap oleh anggota unit Reskrim Polsek Susut, karena mencuri dua ekor babi.

Ironisnya lagi, ia nekat mencuri babi karena berdalih tak punta uang untuk membayar banten

Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP Androyuan Elim didampingi Kanit Reskrim Polsek Susut, Ipda Nyoman Payuarta, Sabtu (20/2) menjelaskan, aksi pencurian yang dilakukan I Made Sukada terjadi pada , Selasa pagi (9/2) sekitar pukul 10.00 Wita di kandang babi milik I Wayan Murtika.

 “Pelaku melakukan pencurian dengan cara mengambil babi yang ada di kandang korban kemudian dimasukkan kedalan kantong bekas dedak (kampil). Kemudian dinaikan keatas sepeda motor yang dibawa pelaku,” jelas AKP Androyuan Elim.

Korban yang kehilangan babi akhirnya melapor.

Atas laporan korban, tim dari unit Reskrim Polsek Susut dibantu Tim Opsnal Reskrim Polres Bangli langsung melakukan penelusuran.

Berbekal dari informasi di lapangan kemudian, pada Senin, 15 Februari, pukul 11.00 Wita, polisi akhirnya berhasil menangkap dan mengamankan I Made Sukada.

Setelah dilakukan introgasi, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya telah mencuri dua ekor babi milik korban,” tegasnya.

Atas pengakuan itu, selain menahan pelaku, polisi juga menyita barang bukti ke Polsek Susut guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Menurut pengakuan pelaku, dua ekor babi hasil curian dijual pada seseorang yang tidak dikenal di pinggir jalan di Banjar Semana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Babi dijual seharga Rp 1, 5 juta. 

Dari dalih pelaku kepada polisi, uang hasil curian itu digunakan untuk membeli kebutuhan sehari hari.

“Membayar banten, keperluan upacara agama sebesar Rp 600 ribu. Sisanya Rp 90 ribu disita sebagai barang bukti. Motifnya tekanan ekonomi,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 ayat (1) ke 1e KUHP dengan acaman pidana kurungan 7 tahun penjara. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply