Sejumlah Warga di Banyuning Tolak Lakukan Rapid Test Antigen

SINGARAJA – Sejumlah warga di Kelurahan Banyuning, enggan alias menolak menjalani rapid test antigen di puskesmas.

Padahal petugas kesehatan sudah menyiapkan fasilitas untuk menjalani proses pemeriksaan di Puskesmas Buleleng III.

Kebijakan rapid test antigen itu diberlakukan menyusul kebijakan pembatasan dan pengetatan penanganan Covid-19 di Kelurahan Banyuning dan Desa Pancasari.

Di Kelurahan Banyuning ada 10 orang yang dijadwalkan menjadi rapid tes antigen, sementara di Desa Pancasari ada 104 orang.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di Puskesmas Buleleng III, sejak pagi petugas sudah bersiap memberikan pelayanan bagi warga yang hendak menjalani rapid test antigen.

Namun setelah ditunggu hingga pukul 09.30 tak ada warga yang datang. Petugas akhirnya memilih melakukan jemput bola.

Awalnya petugas mendatangi Perumahan Pradipta Lestari di Lingkungan Banyuning Selatan.

Di sana petugas melakukan rapid test terhadap 3 (tiga) orang warga. Dari 3 orang, satu orang diantaranya dinyatakan reaktif. Kemudian dilakukan uji swab, untuk mengetahui secara pasti apakah benar warga itu terpapar covid-19 atau tidak.

Petugas kemudian melanjutkan proses rapid test ke Perumahan Banyuning Multi Lestari di Lingkungan Banyuning Barat. Di sana juga ada 3 orang yang menjalani rapid test, seluruhnya dinyatakan negative.

Kemudian petugas juga mendatangi sebuah rumah di Jalan Surapati, Lingkungan Banyuning Utara.

Pihak keluarga memang meminta agar petugas datang, karena tengah dalam kondisi berkabung. Di sana ada 4 (empat) orang yang menjalani rapid test. Seluruhnya dinyatakan negatif.

Lurah Banyuning Nyoman Sutata mengatakan, warganya yang dinyatakan reaktif dari hasil uji rapid test, akan menjalani proses uji swab di RS Pratama Giri Emas. “Nanti kan dlihat dari hasil PCR-nya. Karena belum tentu yang rapidnya reaktif, hasil swabnya positif,” kata Sutata.

Sutata menyebut tim sengaja turun langsung ke rumah-rumah warga, karena tak ada warga yang datang ke puskesmas.

Padahal petugas puskesmas sudah menyiapkan layanan khusus kepada warga yang hendak menjalani rapid test.

“Kalau cari kesadaran dia, nggak mungkin.  Tadi saja ada yang disembunyikan. Makanya saya cari. Itu jeleknya masyarakat, nggak fair. Padahal ini untuk kepentingan bersama, kepentingan diri sendiri, juga tetangga. Kalau memang sadar, semestinya tidak sampai didatangi,” kata Sutata menyesalkan.

Di sisi lain, rapid test antigen juga dilakukan di Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari. Dari 104 orang yang menjalani rapid test di Puskesmas Sukasada II, ada 4 orang yang dinyatakan reaktif. Mereka selanjutnya akan menjalani uji swab. Hasil uji diharapkan telah diterima pada hari ini.

“Kalau yang reaktif itu ternyata positif covid, tentu kami akan lakukan pengembangan lagi. Yang sempat melakukan kontak erat akan kami kejar.

Sampai kami yakin di dua wilayah ini sudah habis penularannya. Mudah-mudahan dalam 2 minggu kedepan sudah normal,” kata Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa.

Satgas menyatakan, selama masa pengetatan dan pengawasan, warga masih bisa beraktivitas. Hanya saja tim gabungan akan melakukan pengawasan yang lebih ketat selama masyarakat berinteraksi.

Warga diminta mengenakan masker, mencuci tangan secara berkala, tidak membuat kerumunan, serta membatasi aktivitas ekonomi hingga pukul 19.00 malam.

Kebijakan itu berlaku di seluruh Kelurahan Banyuning serta Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply