Jual Tiket Promo Hingga Timbulkan Kerumunan, 2 Manajer Waterboom Lippo Cikarang Ditetapkan Tersangka

TRIBUN-BALI.COM – Penyidikan kasus kerumunan di Waterboom Lippo Cikarang kini terus berlanjut.

Hingga kini, penyidik Polres Metro Bekasi telah menetapkan General Manager (GM) dan Manager Marketing Waterboom Lippo Cikarang sebagai tersangka.

Keduanya ditetapkan menjadi tersangka terkait pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) akibat kerumunan di objek wisata air Waterboom Lippo Cikarang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Minggu 10 Januari 2020 lalu.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan mengatakan kedua tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 9 junto Pasal 93 UU RI No. 06 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, Pasal 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP.

Baca juga: Tim Enforce Kerumunan Polres Badung Beri Imbauan untuk Warga yang Masih Berkerumun

“Ancaman penjara satu tahun dan/atau denda Rp 100 juta.

Lalu ancaman hukuman empat bulan penjara karena melawan petugas,” kata Hendra, di Lobby Polres Metro Bekasi, pada Kamis (14/1/2021).

Kedua tersangka yakni IP (General Manager Waterboom Lippo Cikarang) dan DNS (Manager Marketing) memiliki peran berbeda.

IP sebagai inisiator membuat tiket promo untuk menarik pengujung.

Sedangkan DNS sebagai inisiator membuat tiket promo dan men-share di akun Instagram @waterboomlippocikarang.

“Penetapan tersangka, dari hasil klarifikasi, pemeriksaan hingga penyelidikan kepolisian terhadap 15 orang mulai anggota kepolisian, pemerintah, karyawan Waterboom dan lainnya,” imbuhnya.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply