Respon Upaya Pemakzulannya oleh Demokrat, Donald Trump Sinis dan Sebut Sangat Konyol

TRIBUN-BALI.COM, AMERIKA SERIKAT – Pasca insiden aksi massa kelompok pendukung Donald Trump mendatangi gedung Capitol Hill berbuntut panjang.

Baru-baru ini muncul gerakan untuk memakzulkan Presiden AS Donald Trump yang memasuki tahap dua atas kekisruhan yang terjadi di Capitol Hill.

Merespon upaya pemakzulannya, Donald Trump angkat bicara dan menanggapinya secara sinis.

“Sangat konyol,” sebut Trump saat menuju ke Marine One, dalam perjalanan dari Gedung putih guna meninjau pembangunan tembok perbatasan di Meksiko.

Baca juga: Nasib Donald Trump Jelang Lengser dari Gedung Putih Ibarat Senjata Makan Tuan

Baca juga: Pemimpin Partai Republik Kesal dan Meminta Segera Berhentikan Donald Trump

Baca juga: Serikat Pramugari Minta Pendukung Donald Trump Dilarang Naik Pesawat Komersial

Trump menyebut upaya politik pemakzulannya dari Partai Demokrat hanya akan menyebabkan ‘kemarahan yang mengerikan’.

Trump berpandangan, apa yang dilakukan oleh Demokrat yang kini menguasai DPR AS terus berusaha dengan hal apa yang ia sebut sebagai “perburuan penyihir” selama dia menjabat.

Pemakzulan terhadap Trump terjadi buntut kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol, Washington DC, pada Rabu (6/1/2021).

Massa pendukung sang presiden merangsek masuk ketika Kongres AS bersiap mengesahkan sertifikat kemenangan Joe Biden.

Lima orang tewas, di mana empat di antaranya adalah pendukung Trump dan seorang lainnya merupakan polisi yang menjaga Capitol.

Dilansir AFP Selasa (12/1/2021), dia membantah kalimatnya memprovokasi para pendukungnya untuk menyerbu ibu kota.

Baca juga: Pegawai Kemenlu AS Bikin Geger, Unggah Pengumuman Donald Trump Sudah Mundur

Baca juga: Arnold Schwarzenegger Dukung Joe Biden dan Menilai Donald Trump Presiden Amerika Terburuk

Baca juga: Jelang Pelantikan Joe Biden, DPR AS Siap Rilis Pemakzulan Kedua Donald Trump

Pada 6 Januari di Washington, presiden dari Partai Republik itu kembali mengeklaim tanpa bukti bahwa dia dicurangi di Pilpres AS 2020.

Dia lalu menyerukan kepada pendukungnya agar mereka bergerak ke Capitol untuk menunjukkan “kekuatan”, dan terjadilah kerusuhan itu.

“Mereka menganalisis pidato saya baik dari setiap kata, paragraf, dan kalimat terakhir. Semua orang tidak ada pelanggaran,” klaimnya. (Kompas/Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Trump Tanggapi Upaya Pemakzulan Kedua ke Dirinya: Konyol”

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply