Pro dan Kontra Soal Vaksin Covid-19 Menggema di Media Sosial, Ahli Virologi Unud: Itu Sangat Wajar

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Di tengah upaya pemerintah memerangani pandemi Covid-19 melalui program vaksinasi, ada sejumlah masyarakat, terutama di media sosial, yang menolak untuk divaksin.

Kebanyakan mereka menilai bahwa vaksin Covid-19 tidak aman dan berbagai bentuk alasan lainnya.

Guru Besar Virologi dan Biologi Mulekuler Universitas Udayana (Unud), I Gusti Ngurah Kade Mahardika menilai, pro dan kontra mengenai keberadaan vaksin ini sangat wajar.

“Ya itu wajarlah, karena mencoba sesuatu yang baru ya pasti ada yang pro (dan) kontra, itu sangat wajar,” kata Mahardika saat dihubungi Tribun Bali, Rabu (13/1/2021).

Akademisi Fakultas Kedokteran Hewan Unud itu mengingatkan, bahwa dalam vaksinasi Covid-19 ini tidak perlu dilakukan kepada semua penduduk.

Baca juga: Ahli Virologi Unud Sarankan Bali Jangan Hanya Andalkan Alokasi Vaksin Covid-19 dari Pusat

Vaksinasi cukup dilakukan kepada 80 persen dari jumlah penduduk sudah bisa menghasilkan herd immunity atau kekebalan penduduk.

Saat ini, kata Mahardika, vaksin sudah dilakukan di tingkat nasional yang diawali oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Melalui adanya vaksinasi ini, para penentang tentu akan melihat dan mempelajari bahwa vaksin tersebut aman serta efektif dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Pada saatnya nanti ketika vaksin sudah tersedia sata rasa mereka tidak akan menolak lah. Saya tidak khawatir tentang itu,” jelas Mahardika. (*)

Baca juga: Termasuk Efek Samping, Berikut 6 Fakta Tentang Vaksin Sinovac

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply