Kelewat Ramai, Jam Operasional Pasar Senggol Klungkung Dibatasi

SEMARAPURA – Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Klungkung melakukan pemantauan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di hari pertama penerapan Senin lalu (11/1).

Dipimpin Ketua Satgas Covid-19 Klungkung yang juga Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta melakukan pemantauan keliling Kota Semarapura yang biasanya ramai dikunjungi.

Dalam kegiatan pemantauan itu tidak ditemukan toko modern dan warga yang berkumpul lewat dari pukul 21.00 Wita.

Begitu juga di depan Kantor Bupati Klungkung yang biasanya dipadati anak-anak komunitas, tidak tampak ada warga yang berkumpul.

Melihat hal itu, Bupati Suwirta melihat bahwa masyarakat Klungkung sudah paham dan taat atas imbauan yang telah dikeluarkan.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat terutamanya pelaku usaha yang sudah taat meski di hari pertama penerapan PPKM,” ujarnya.

Hanya saja saat meninjau Pasar Senggol Semarapura, ia melihat kondisi di tempat itu cukup ramai. Sehingga pasar senggol yang awalnya tidak dibatasi jam operasionalnya seperti toko modern yang harus tutup pukul 21.00 akhirnya dibatasi.

Mulai kemarin, seluruh pasar senggol yang ada di Kabupaten Klungkung harus tutup pukul 21.00. “Ini kami lakukan melihat pasar senggol lebih ramai dari pada toko modern,” jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya berharap kepada masyarakat agar secara sungguh-sungguh menerapkan protokol kesehatan. Seperti menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan atau menjaga kebersihan diri.

“PPKM ini tiada lain untuk menjaga kesehatan bersama. Mudah-mudahan dengan PPKM ini bisa memutus rantai penyebaran Covid-19,” tandasnya. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply