Dikaji, Kerusakan SD 2 Pecatu

Kondisi plafon di salah satu ruang kelas yang ada di SD 2 Pecatu. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung, meninjau kerusakan plafon gedung Sekolah Dasar (SD) 2 Pecatu, Kuta Selatan, Badung. Kehadiran Disdikpora ke lokasi guna mengkaji kerusakan gedung tersebut.

Plt Kadisdikpora Badung, I Made Mandi saat dikonfirmasi Selasa (12/1) membenarkan telah menurunkan tim untuk melakukan kajian terkait kerusakan yang terjadi. “Tim kami telah melakukan kajian ke lapangan. Kebetulan Kabid Gedung Sarana turun ke lokasi setelah ngecek ya memang plafon SD tersebut jebol,” ujarnya.

Menurutnya, kerusakan plafon terjadi di dua kelas yang bahannya dari gypsum, sehingga rentan terhadap air. “Memang lemahnya terhadap air, setelah dicek ternyata memang ada percikan air dari genting yang renggang, sehingga jebol,” ungkapnya.

Sekretaris Disdikpora Badung ini mengatakan bangunan gedung yang mengalami kerusakan telah berusia 10 tahun, sehingga tidak lagi menjadi tanggungan pemenang tender. “Terkait usia bangunan, kami langsung koordinasi pada kepala sekolah untuk bangunan yang plafonnya jebol lebih kurang sudah 10 tahun, sehingga sudah pasti masa pemeliharaannya  tidak masih itu yang di Utara. Sedangkan, gedung yang di Barat dan di Timur memang baru sekitar 5 tahunan syukur nggak ada jebol,” jelasnya.

Terkait kapan akan dilakukan perbaikan, Made Mandi mengatakan pihaknya tengah berhitung berapa biaya yang akan dihabiskan. “Kami masih menghitung ya memang di induk belum kami anggarkan. Sementara kami tugaskan sekolah untuk membersihkan, kalau di induk belum bisa kita lakukan kita anggarkan di perubahan tentu sebelumnya juga kami lapor pimpinan,” tegasnya.

Selain SD 2 Pecatu, kerusakan plafon gedung sekolah di Badung juga terjadi di SMP 2 Petang, Badung. “Sekolah lain yang rusak ada juga dari SMP 2 Petang, plafonnya juga jebol. Tentu langkah-langkah kami sama,” katanya.

Pihaknya menghimbau kepada para kepala sekolah di Badung dalam suasana belajar daring memperhatikan kondisi sekolah, sehingga jika terjadi kerusakan kecil dapat segera diperbaiki. Terlebih, saat musim hujan seperti sekarang perlu melakukan pengecekan terhadap bangunan sekolah. (Parwata/balipost)

Sumber https://www.balipost.com/news/2021/01/13/168483/Dikaji,Kerusakan-SD-2-Pecatu.html

Leave a Reply