Dana BLT Covid-19 Senilai Rp 187 Juta Diselewengkan Oknum Kepala Desa, Ludes untuk Sewa PSK dan Judi

TRIBUN-BALI.COM – Kasus oknum Kepala Desa menggelapkan dana BLT bantuan Covid-19 baru-baru ini menyita perhatian luas publik.

Di tengah upaya maksimal pemerintah pusat dan daerah meringankan dampak pandemi Covid-19 lewat pemberian stimulus melalui dana BLT, oknum Kepala Desa di Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan ini justru berbuat sebaliknya.

Oknum Kepala Desa ini diduga kuat menggelapkan dana BLT Rp 187 juta yang diperuntukkan untuk bantuan ke warga terdampak Covid-19.  

Baca juga: Habis untuk Sewa PSK & Main Judi, Oknum Kades Ini Ternyata Gelapkan Dana BLT Covid Rp 187 Juta

Baca juga: Terjerat Kasus Penggelapan, Polisi Ringkus Wilhelmus dengan Barang Bukti Freezer Seharga Rp 10 Juta

Baca juga: Bu Kades Ditampar Suami hingga Mulut Berdarah, Berawal dari Pegang Ponsel Pak Kades

Melansir Tribunsumsel.com, penggelapan dana BLT tersebut oleh oknum Kepala Desa tersebut ternyata dihabiskan untuk menyewa PSK dan bermain judi.

Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan yang mendalam, Kapolres Musirawas AKBP Efrannedy menuturkan berkas perkara dugaan korupsi dana BLT DD yang dilakukan tersangka Askari (43), oknum Kepala Desa Sukowarno Kecamatan Sukakarta, Kabupaten Musirawas dinyatakan lengkap atau P21.

Oleh sebab itu, perkara penggelapan dana BLT tersebut segera dilimpahkan ke kejaksaan beserta barang bukti.

“Berkas perkaranya sudah lengkap dan akan segera dilimpahkan ke kejaksaan beserta barang bukti, yaitu dokumen pengajuan pencairan BLT DD,”

“Rekening koran desa, surat teguran dari BPD, kecamatan dan DPM Kabupaten Musirawas,” kata AKBP Efrannedy, saat rilis kasus, Selasa (12/1/2021).

Ilustrasi uang.
Ilustrasi uang. (KOMPAS.com/NURWAHIDAH)

Baca juga: Komplotan Wanita Terlibat Penggelapan Mobil Rental, Modus Menggunakan Identitas Palsu

Baca juga: Jaksa Tolak Eksepsi Kasus Penggelapan Sertifikat Tanah Ketua Koperasi di Jembrana

Baca juga: Diduga Melakukan Penggelapan Aset Bongkaran, Perbekel Songan A Kintamani Dilaporkan ke Polisi

Saat ini, kata Efrannedy, oknum kades tersebut ditahan di Mapolres Musirawas sejak 14 September 2020.

Penahanan dilakukan untuk penyidikan perkara oknum kepala desa diduga terlibat tindak pidana korupsi (penyelewengan) dana Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sebesar Rp187.200.000.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply