Satgas Minta Warga Buleleng dan ASN Batasi Perjalanan ke Daerah PPKM

SINGARAJA– Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng meminta agar warga di Kabupaten Buleleng melakukan pembatasan perjalanan. 

Permintaan pembatasan perjalanan bagi warga itu, utamanya ke wilayah yang melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Seperti diketahui, ada 5 daerah yang melaksanakan PPKM. Kelima daearh itu, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Klungkung.

Buleleng sendiri tidak masuk dalam daerah yang melaksanakan PPKM.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengatakan, hingga kini pihaknya terus mengawasi perkembangan kasus covid-19 di daerah.

Dengan pemberlakuan kebijakan PPKM, semestinya tingkat kasus mengalami penurunan. Termasuk kasus yang terjadi di Buleleng.

Suyasa mengatakan, selama PPKM berlangsung satgas melakukan evaluasi setiap harinya. Apabila nantinya terjadi lonjakan kasus, maka satgas akan mengambil langkah strategis guna menekan laju pertumbuhan kasus.

“Kami terus pantau bersama satgas. Personil dari Pol PP, TNI, dan Polri sudah siaga dan siap melakukan operasi yustisi pada tempat-tempat yang dianggap rentan,” tegas Suyasa kemarin (12/1).

Selain itu, pemerintah juga menghimbau agar warga Buleleng secara sadar melakukan pembatasan ke daerah-daerah yang masuk dalam zona PPKM. Pembatasan perjalanan itu setidaknya dilakukan selama PPKM diberlakukan.

Hal serupa juga berlaku bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka diminta tidak melakukan perjalanan dinas ke wilayah yang melangsungkan PPKM.

Para ASN di Buleleng yang berasal dari daerah-daerah penyelenggara PPKM juga diminta tak pulang kampong untuk sementara waktu.

“Semua kepala instansi kami minta pantau stafnya. Kalau memang jadi kewajiban kedinasan yang tidak bisa dielakkan, atau perjalanan yang darurat dan harus dilaksanakan, ya silahkan pergi.

Tapi kalau sekadar perjalanan biasa, apalagi perjalanan wisata, lebih baik ditunda sementara,” tukas Suyasa.

Sementara itu, terkait data kasus covid-19 di Buleleng, hingga Selasa (12/1) tercatat, kasus terkonfirmasi covid-19 secara kumulatif sejak awal pandemi hingga kini sebanyak 1.412 kasus.

Dari seribuan lebih kasus, sebanyak 1.282 orang  telah dinyatakan sembuh. Sementara 72 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Kini masih ada 58 orang yang menjalani perawatan. Sebanyak 52 orang tengah menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di Buleleng. Sementara 6 orang lainnya menjalani masa karantina pada fasilitas yang disiapkan Pemprov Bali.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply