Pemerintah Pusat Tambah Kuota Vaksin Covid-19 Bagi Buleleng

SINGARAJA– Kabupaten Buleleng mendapat tambahan jatah vaksin covid dari pemerintah pusat.

Kuota vaksin covid yang awalnya dialokasikan sebanyak 3.590 dosis, kini ditingkatkan menjadi 3.676 dosis. Itu artinya ada tambahan 86 dosis, dari yang semula diberikan.

Hal itu terungkap setelah Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng melakukan rapat koordinasi penanganan covid.

Rapat dilangsungkan di Kantor Bupati Buleleng, Selasa pagi (12/1). Rapat dipimpin Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa.

Suyasa mengatakan, sesuai jadwal, vaksinasi tahap pertama akan dilakukan pada bulan Januari ini. Untuk termin pertama, vaksinasi akan menyasar para tenaga kesehatan di Kabupaten Buleleng.

Terutama yang sudah terdata dalam Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK) Kementerian Kesehatan. Sedangkan termin kedua akan menyasar anggota satgas serta aparat TNI-Polri.

Sementara untuk masyarakat umum, rencananya akan dilakukan pada tahap kedua. Belum diketahui secara pasti, kapan tahap kedua akan dilakukan. Namun pemerintah memberikan sinyal vaksinasi tahap kedua akan dilangsungkan pada bulan Februari mendatang.

Suyasa mengatakan untuk pelaksanaan vaksinasi, ada 24 pos pelayanan yang dibuka.

Meliputi 20 puskesmas di seluruh Buleleng, RSUD Buleleng, RS Pratama Tangguwisia, RS Pratama Giri Emas, serta RSAD Wirasatya Buleleng.

“Kalau RS Swasta mau terlibat, ya silahkan. Dengan catatan mereka harus bersedia memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Seperti sarana dan prasarana serta SDM, itu harus dipenuhi,” kata Suyasa.

Setelah memenuhi sarana dan prasarana serta SDM, manajemen RS swasta harus mengajukan diri pada Dinas Kesehatan Buleleng. Nantinya akan dilakukan verifikasi dari Dinkes Buleleng.

Apabila telah dinyatakan lolos verifikasi, maka mereka akan diusulkan sebagai pos pelayanan vaksinasi pada Kementerian Kesehatan.

Sedangkan terkait teknis, masing-masing pos pelayanan vaksinasi hanya akan melayani 30 orang penerima vaksin per hari.

Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pemantauan terhadap kejadian ikutan pasca-imunisasi. Apabila terjadi kejadian ikutan dengan gejala berat, maka para penerima vaksin akan segera dirujuk ke RSUD Buleleng guna mendapat perawatan. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply