Usai Endang Astuti, Kini Giliran Suami & Notaris Dijebloskan ke Rutan

GIANYAR-Usai Tri Endang Astuti Binti Solex Sutrisno dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Gianyar.

Kini dua tersangka lain yang juga sama-sama buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali dalam kasus pemalsu saham PT Bali Roch Mandiri (BRM) menyusul. 

Kedua buronan yang dijebloskan ke Rutan IIB Gianyar, itu yakni Asral dan Hartono.

Kedua buron itu dijebloskan ke rutan, pada Senin sore (11/1) sekitar pukul 16.00 WITA.

Buronan notaris Hartono, menyerahkan diri ke Kantor Kejaksaan Negeri Gianyar, Senin (11/1) sekitar pukul 15.15. Sedangkan, terpidana Asral bin H Muhamad Sholeh ditangkap di sebuah rumah di Perumahan Citra Indah Kota Batam untuk selanjutnya dibawa ke Jakarta. 

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Bali, A Luga Harlianto, dalam rilisnya di Rutan Kelas IIB Gianyar, Senin (11/1) sore menjelaskan terpidana sempat mengecoh pemantauan dari tim Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan Agung dengan memesan dua buah tiket kapal laut atas nama Asral untuk berangkat ke Tanjung Balai Karimun.

“Namun yang berangkat ke Karimun bukanlah terpidana melainkan dua orang adik keluarganya yang dalam manifes kapal menggunakan nama Asral,” jelasnya.

Merasa terkecoh, tim akhirnya kembali ke komplek perumahan yang dicurigai tempat persembunyian terpidana.

“Di sebuah komplek perumahan di Batam. Diamankan langsung dibawa ke Jakarta. Titip di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan,” jelasnya. 

Saat diamankan, Asral yang merupakan suami Tri Endang ini tidak berkutik. Penangkapan buronan Terpidana Asral bin H Muhamad Sholeh dibantu oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang, pada hari Minggu, 10 Januari 2021. 

Selanjutnya, Asral dijemput ke Jakarta oleh tim Tabur Kejati Bali pada Senin (1/11) pagi.

Dari Jakarta menuju Bali dengan menggunakan pesawat dan setibanya di Bandara Ngurah Rai langsung membawa terpidana ke Rutan Gianyar.

Terpidana Asral tiba di Rutan Gianyar pukul 15.44. Sedangkan Notaris Hartono tiba di rutan 16.29. “Hartono menyerahkan diri didampingi kuasa hukumnya, ke kantor Kejari Gianyar Senin (1/11) pukul 15.15 wita,” jelasnya. 

Sebelum dijebloskan ke penjara, kedua terpidana melakukan uji swab dengan hasil negatif. 

Untuk diketahui, terpidana Asral dan Hartono masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Bali sejak Desember 2020.

Terpidana Asral merupakan suami dari Terpidana Tri Endang Astuti Binti Solex Sutrisno yang diamankan oleh Tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam dan Tim Kejati Bali pada Jumat 8 Januari 2021 lalu. Sedangkan Terpidana Hartono berprofesi sebagai notaris di Kota Denpasar 

Bahwa terpidana Asral Bin H. Muhamad Sholeh Dan Hartono merupakan terpidana perkara Tindak Pidana membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat membuat suatu hak, perikatan, atau pembebasan hutang yang diperuntukkan sebagai bukti sesuatu hal seolah-olah isinya benar pada proses jual beli Villa Bali Rich (PT. Bali Rich Mandiri) senilai Rp 38 (tiga puluh delapan) Miliar.

Secara keseluruhan ada 6 (enam) orang terpidana dalam perkara ini dimana 4 (empat) diantaranya yaitu I Putu Adi Mahendra Putra, Tri Endang Astuti Binti Solex Sutrisno dan Asral Bin H. Muhamad Sholeh dan Hartono telah dilaksanakan eksekusi putusan Mahkamah Agung di Rutan Gianyar.

Sedangkan 2 (dua) orang lainnya yaitu Nugroho Prawiro Hartono dan Suryady belum dilaksanakan eksekusi dikarenakan tidak memenuhi 3 (tiga) kali panggilan Jaksa Kejari Gianyar untuk melaksanakan Putusan Mahkamah Agung. Ke-2 Terpidana telah dijadikan Daftar Pencarian Orang sejak bulan Desember 2020.

Untuk itu diimbau kepada Nugroho Prawiro Hartono dan Suryady untuk segera menyerahkan diri baik Ke Kejati Bali atau Kejari Gianyar atau Kejari terdekat dari lokasi masing-masing untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang nyaman bagi mereka yang telah dijadikan DPO.

Begitup juga bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan mereka untuk memberikan informasi ke Kejati Bali atau Kejari Gianyar secara langsung atau melalui media sosial Kejati Bali atau Kejari Gianyar.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply