Sempat Didor Polisi, 5 Terdakwa Keprok Kaca Terancam Bui 7 Tahun

NEGARA– Lima dari enam pelaku kasus pencurian dengan modus keprok kaca mobil, Senin (10/1) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Negara.

Kelima terdakwa itu, yakni masing-masing Temy Primadani, 31; Edy Yanto, 42; Hari Junaidi, 34, Musaffa, 40, dan Ahmad Husni, 29.

Sidang perdana dengan Ketua Majelis Hakim  Fakhruddin Said Ngaji digelar secara daring dengan agenda pembacaan dakwaan.

Majelis hakim menjalani sidang di PN Negara, terdakwa di rumah tahanan negara (Rutan) Negara dan jaksa penutut umum di Kejari Jembrana.

Jaksa penutut umum Ni Wayan Iustika Sari dalam dakwaannya membeberkan peran masing-masing terdakwa.

Mereka adalah Temy Primadani, 31, berperan sebagai pencari target bersama terdakwa Edy Yanto, 42. Terdakwa Temy menunggu di parkir dan terdakwa Edy masuk ke bank berpura-pura sebagai nasabah.

Sedangkan terdakwa Hari Junaidi, 34, dan terdakwa Musaffa, 40, menunggu di pinggir jalan sebelah barat bank. Kemudian WEH (DPO) dan terdakwa Ahmad Husni, 29 menunggu di pinggir jalan depan bank.  

“Dari enam orang pelaku, satu orang (WEH) masih buron,” kata Kasipidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan.

Selanjutnya, saat sidang, para terdakwa dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke- 4 dan ke – 5 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Jaksa menjerat lima terdakwa dengan pasal tersebut karena melakukan aksinya bersama-sama.

Seperti diketahui, komplotan pencurian dengan modus keprok kaca mobil diringkus satreskrim Polres Jembrana.

Dari total enam orang tersangka, lima orang ditangkap dan dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat penangkapan. Sedangkan satu pelaku masih dalam pencarian.

Penangkapan lima tersangka berdasarkan penyelidikan yang mengarah bahwa pelaku keprok kaca di Jalan Gatot Subroto, Selasa 25 Agustus lalu merupakan pelaku spesialis keprok kaca yang kerap beraksi di Bali dan wilayah Jawa.

Kelima pelaku ditangkap di sebuah hotel pada Selasa (22/9) tahun 2020 lalu, sekitar pukul 02.00 WIB. Lantaran melakukan perlawanan saat ditangkap, polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan dengan timah panas pada kedua betisnya.

Kelima pelaku juga merupakan residivis kasus pencurian dan pencurian berat. Bahkan diantaranya merupakan spesialis pecah kaca atau keprok kaca mobil untuk mengambil harta benda korban yang disimpan dalam mobil. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply