Sejumlah Tempat Usaha Kedapatan Melebihi Jam Malam, Satpol PP Badung : Semua Usaha Tutup 21.00 Wita

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Senin (11/1/2021), merupakan hari pertama Kabupaten Badung, Bali, melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mengikuti arahan dari Pemerintah Pusat.

Dalam PPKM, Bupati Badung mengeluarkan Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2021 dimana membatasi jam operasional untuk seluruh kegiatan usaha mulai pukul 08.00 sampai dengan 21.00 WITA.

Senin (11/1/2021) malam, Satpol PP Kabupaten Badung di hari pertama penerapan PPKM melakukan pengawasan jam operasional seluruh usaha di wilayah Kuta Utara.

Pada pelaksanaan pengawasan jam operasional tempat usaha, Satpol PP Badung menjumpai sejumlah tempat usaha masih beroperasi melebihi ketentuan.

Baca juga: Hari Pertama Pelaksanaan PPKM di Badung, Bantuan Tunai Bupati Belum Cair

Baca juga: Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana Ikuti Rakor Satgas Penanganan Covid-19 Bahas PPKM Jawa-Bali

Baca juga: Hari Pertama PPKM di Denpasar, Kasus Positif Covid-19 Catatkan Rekor Tembus 106 Orang

Petugas pun langsung menyambanginya dan memberikan arahan bahwa mulai 11 Januari sampai 25 Januari ini ada kebijakan yang dikeluarkan Bupati Badung yakni membatasi jam operasional untuk seluruh kegiatan usaha mulai pukul 08.00 sampai dengan 21.00 WITA.

“Kita yang pasti mengawal dari Surat Edaran Bupati Badung No 17 Tahun 2021 dimana sudah jelas diatur jam 9 malam operasional semua usaha sudah harus tutup. Dan tadi ada kita dapatkan jam 9 lebih masih beroperasi, masih berupaya tawar menawar. Kita tidak ada toleransi sudah jelas jam 9 malam harus tutup ya tutup,” tegas Kasatpol PP Badung, I Gst Agung Ketut Suryanegara, disela kegiatan pengawasan.

Ia menambahkan, bentuk tawar menawar dari sejumlah cafe tersebut yakni mohon masih bisa melayani tamu yang masih sedang makan.

Memang sudah tidak ada transaksi pemesanan makanan dan minuman lagi, tetapi menawar kita untuk diberikan waktu mereka selesai makan minum.

“Kalau nungguin orang selesai makan bisa sampai jam 1 malam. Kan sama saja masih operasi mereka. Satu jam sebelumnya last order dan disampaikan jam 9 sudah tutup kan bisa,” imbuh Suryanegara.

Bentuk sanksi awal pada hari pertama penerapan PPKM di Badung ini, Satpol PP Badung mendata penanggung jawab tempat usaha tersebut, menyita identitasnya dan meminta mereka datang keesokan harinya ke Kantor Satpol PP Badung.

Saat mengambil kartu identitasnya itu, pihaknya akan meminta mereka (penanggungjawab tempat usaha itu) membuat surat pernyataan akan mengikuti peraturan.

“Namun apabila kita dapatkan lagi (tempat usaha tersebut) sudah pasti kita denda Rp. 1 juta atau akan kita tutup usahanya minimal satu minggu,” paparnya.

Di salah satu tempat usaha restoran sempat terjadi bersitegang antara pemilik dengan petugas Satpol PP karena aturan itu kurang jelas bagaimana ketentuannya.(*).

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply