Pembawa Ekstasi Dalam Kemasan Bungkus Kopi Instan Dibui 10 Tahun

DENPASAR– Terdakwa Alif Fajar Lindu Kartika, 28, cukup kreatif.

Untuk mengelabuhi petugas, ia menyimpan lima kapsul ekstasi ke dalam bungkus (sachet) kopi instan.

Namun, usaha itu gagal.

Aksi Alif terendus petugas kepolisian. Saat sidang putusan, majelis hakim menyatakan Alif terbukti bersalah. Sebagai hukumannya, Alif diganjar pidana penjara 10 tahun penjara.

Hukuman tersebut hanya lebih ringan setahun dari tuntutan JPU.

Sebelumnya JPU I Putu Sugiawan menuntut terdakwa 11 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara. 

“Kami menerima putusan hakim,” kata Bambang Purwanto, pengacara terdakwa Senin (11/1). 

Terdakwa Alif dikenakan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika karena terbukti menguasai ekstasi sebanyak 85 kapsul dengan berat total 13,45 gram netto. 

Sedangkan pasal kedua, terdakwa terbukti melanggar Pasal 111 ayat (1) UU RI No.35/2009 tentang Narkotika karena menguasai ganja sebanyak 4 paket dengan total berat 108,36 gram netto.

“Jaksa juga menerima putusan ini,” imbuh Bambang.

Seperti diketahui, Terdakwa Alif ditangkap pada 15 Agustus 2020 sekira pukul 00.30 oleh tim opsnal Ditresnarkoba Polda Bali di Jalan Dewi Uma III, Gang Ngurah Bagus No. 14, Kamar Kos No. 4, Lingkungan Pemogan, Kelurahan Pemogan, Denpasar Selatan.

Tujuan terdakwa memiliki dan menguasai barang tersebut untuk ditempel kembali sesuai dengan perintah dari Indra.

Setelah terdakwa berhasil menempel ekstasi dan tersebut terdakwa mendapatkan upah/bayaran.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply