Terus Lobi Pusat, Pemkab Badung Harapkan Dana Hibah Pariwisata Bisa Digunakan Sampai Tahun 2021

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Badung sangat berharap hibah pariwisata yang dikucurkan pusat bisa dimanfaatkan hingga tahun 2021.

Pasalnya anggaran yang lumayan besar itu dipastikan tidak semua terserap untuk hotel dan restoran yang ada di Gumi Keris.

Sayangnya, sesuai Petunjuk Pelaksana (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) jika semua anggaran tidak terserap hingga akhir desember 2020 maka pemkab wajib mengembalikan sisa anggaran tersebut.

Menyikapi hal tersebut, pemkab Badung akan terus melobi ke pusat. Sehingga anggaran tersebut semuanya bisa digunakan untuk memulihkan ekonomi dan pariwisata di Bali.

Baca juga: Atasi Masalah Kemiskinan hingga Infrastruktur, Bupati Suwirta Bedah Desa di Tanglad dan Batukandik

Baca juga: Tim Terpadu Ops Yustisi Sasar Kawasan Bandara Ngurah Rai, Petugas Nihil Temukan Pelanggar Prokes

Baca juga: Persaingan Alfamart dan Indomaret Sengit, Berikut Ini Kekayaan Pemilik Indomaret dengan Alfamart

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Cokorda Raka Darmawan mengatakan sesuai peraturan memang disebutkan, jika anggaran tidak bisa terserap hingga akhir desember, semuanya sisanya harus dikembalikan ke kas negara atau dikembalikan ke pusat.

“Memang sesuai peraturan harus mengembalikan anggaran jika semuanya belum terserap sampai akhir tahun ini,” ujarnya Minggu (22/11/2020).

Dengan adanya peraturan seperti itu, pihaknya pun berkeinginan agar anggaran tersebut bisa dimanfaatkan hingga tahun 2021.

“Memang kami pemkab Badung, termasuk bapak Pjs Bupati Badung berkeinginan agar anggaran itu bisa berkelanjutan digunakan, sehingga tidak perlu dikembalikan lagi,” katanya.

Pihaknya mengatakan di Kabupaten Badung sendiri, tidak semua hotel dan restoran memenuhi persyaratan.

Hal itu memungkinkan dana yang sebesar Rp 948 Miliar lebih itu tidak terserap semuanya.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply