Setelah Petang, Giliran Desa Ini Dilanda Hujan Es

Butiran es ditemukan warga pada Minggu (22/11). (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Hujan es kembali melanda Bali. Pada Minggu (22/11), giliran Buleleng yang mengalami fenomena ini.Tepatnya di Desa Tista, Kecamatan Busungbiu.

Ini bukan pertama kalinya warga desa itu merasakan fenomena hujan es. Perbekel Desa Tista, Gede Marjaya membenarkan telah terjadi fenomena hujan es di wilayahnya. Dia mengatakan, sebelum kejadian, suhu panas dirasakan warga di desanya.

Tidak berselang lama mendung yang diikuti hujan deras melanda Desa Tista dan sekitarnya. Tidak saja hujan, namun angin bertiup kencang.

Di tengah hujan lebat diikuti angin kencang itu, warga menemukan butiran es berserakan di halaman rumah. Butiran es yang jatuh dengan deras itu terjadi mulai sekitar pukul 13.30 sampai 14.30 WITA.

Selain di pekarangan, butiran es banyak ditemukan di atas genteng dan bangunan lain. Butiran es itu besarnya bervariaisi. Ada sebesar kelereng dan juga yang sebesar batu kerikil.

Setelah beberapa menit bertahan, butiran es itu pun mencair. “Benar ada hujan es dan hampir semua warga di desa kami menemukan fenomena ini. Awalnya suhu mendadak panas, kemudian hujan deras diikuti angin kencang. Saat itu kami temukan butiran es di pekarangan dan atap rumah. Layaknya es setelah lama kemudian butirannya mencair,” katanya.

Di sisi lain Marjaya mengatakan, fenomena hujan es seperti ini bukan yang pertama kali. Dia mengaku beberapa tahun sebelumnya hujan es sudah pernah terjadi.

Karena sudah beberapa kali menemukan kejadian alam ini, dia dan warganya pun seperti sudah terbiasa menemukan butiran es jatuh di pekarangan dan atap ketika hujan deras. “Kalau tidak salah sudah lima kali saya menemukan kejadian ini. Kita tidak tahu penyebab terjadinya, karena ini fenomena alam,” jelas Marjaya.

Sementara itu Camat Busungbiu Gede Putra Aryana mengatakan, hujan deras melanda beberapa desa di wilayahnya. Memasuki musim hujan ini, dia meminta warga tetap waspada dengan potensi terjadi bencana angin puting beliung, tanah longsor, dan banjir bandang.

Birokrat asal Desa Bengkel ini meminta warga kalau hujan deras disertai angin kencang, agar segara mencari tempat-tempat aman, sehingga bisa mencegah terjadinya korban kalau terjadi bencana alam. “Kami sudah mengingatkan warga melalui aparat desa di dataran tinggi untuk mewaspadai hujan deras yang mulai terjadi beberapa hari terakhir ini,” jelas Mantan Kabag Humas dan Pengawasan Sekretariat DPRD Buleleng ini. (Mudiarta/balipost)

Sumber https://www.balipost.com/news/2020/11/22/159191/Setelah-Petang,Giliran-Desa-Ini…html

Leave a Reply