Eco Enzyme Solusi Tangani Sampah Rumah Tangga, Miliki Segudang Manfaat bagi Lingkungan

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Setelah memperkenalkan teba konposter sebagai salah satu upaya realisasi kebijakan pengelolaan berbasis sumber, kini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan kembali memperkenalkan penanganan sampah organik ayang bernama Eco Enzyme.

Pembuatannya diyakini mampu akan menangani sampah dan menjadi bermanfaat bagi rumah tangga masing-masing.

“Eco Enzyme ini dengan memanfaatan sisa-sisa sampah organik seperti sayuran dan buah sebagai bahan pembuatannya yang kemudian difermentasikan dengan jangka waktu selama tiga bulan.

Setelah itu (panen), akan mendapat banyak sekali manfaat.

Baca juga: Baru 2 Bulan Pensiun, Eks Kasat Tahanan Polres Buleleng Nyoman Kandra Diciduk Polisi Kasus Sabu

Baca juga: Desa Dangin Puri Kangin Menuju Tertib Administrasi, Gelar Pendataan Penduduk dan Sosialisasi Prokes

Baca juga: Perwira Polisi Asal Buleleng Terpilih Sebagai Ketua Perkemi Banten,Siap Majukan Atlet Beladiri Kempo

 Selain mengurangi sampah organik, juga dapat dijadikan sebagai pembersih lantai, pupuk cair, menjaga kebersihan lingkungan dan menjadi cairan yang bisa disemprotkan ke sampah organik agar aman dari bau yang dihasilkan jika didiamkan selama berhari-hari,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, I Made Subagia, Minggu (22/11/2020).

Mengenai cara pembuatannya, Subagia menyebutkan sangat simpel.

Pertama menyediakan air sebanyak 10 liter kemudian dicampur dengan molase 1 liter atau gula merah dan selanjutnya sampah organik buah dan sayuran sebanyak 3 kilogram jika wadahnya menggunakan tong cat bekas untuk membuat Eco Enzyme.

 Wadah pembuatan Eco Enzyme juga busa memanfaatkan botol bekas dan ember untuk pembuatan skala rumahan sampah organik.

“Cara pembuatannya sangat simpel alias sederhana. Ini salah satu cara ampuh untuk mengelola sampah rumahan khususnya organik,” jelasnya.

Disinggung mengenai penerapannya di Tabanan, Subagia mengakui memang masih belum optimal.

Hal tersebut terbukti dengan masih banyaknya sampah organik yang dihasilkan rumahan menuju TPA.

Sehingga kedepannya diharapkan masyarakat agar lebih sadar terhadap lingkungan dengan memanfaatkan bahan yang bisa digunakan untuk hal positif.

Adalah satunya adalah sampah.

“Untuk sekarang memang belum maksimal, tapi kami mulai dari diri sendiri dulu.

Baca juga: Dimulai Sebentar Lagi, Ini Link Live Streaming MotoGP Portugal 2020

Baca juga: Baru 2 Bulan Pensiun, Eks Kasat Tahanan Polres Buleleng Nyoman Kandra Diciduk Polisi Kasus Sabu

Baca juga: 6 Gerakan Olahraga Mengecilkan Perut yang Bisa Kamu Lakukan Sebelum Tidur

 Selanjutnya baru akan digetoktularkan ke masyarakat melalui banjar TPS3R dan pihak lainnya yang bergerak di bidang penanganan sampah,” janjinya.(*)

[embedded content]

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply