Pariwisata Berkembang, Transmigran asal Nusa Penida Pulang Kampung

SEMARAPURA – Perekonomian Kecamatan Nusa Penida dahulu sangatlah sulit sehingga banyak warga Nusa Penida, terutamanya di wilayah Desa Bungamekar memilih melakukan transmigrasi. Namun sejak tiga tahun terakhir ini, banyak dari mereka akhirnya memutuskan kembali ke kampung halamannya untuk turut membangun dan menikmati perkembangan pariwisata Nusa Penida. 

Perbekel Bungamekar, Kecamatan Nusa Penida, I Wayan Yasa menuturkan, berkembangnya industri pariwisata di Nusa Penida sejak beberapa tahun terakhir ini membuat warganya yang dulunya memutuskan transmigrasi untuk memperbaiki taraf hidup akhirnya kembali pulang kampung. Tepatnya sejak 2-3 tahun terakhir ini warganya yang melakukan transmigrasi akhirnya pulang kampung. 

“Yang banyak transmigrasi itu di wilayah Dusun Sebuluh, dan Batugaing,” bebernya beberapa waktu lalu.

Menurutnya sebagian besar warganya yang pulang kampung dari transmigrasi dalam kondisi kurang mampu. Itu lantaran mereka melakukan transmigrasi secara mandiri sehingga tidak mendapat lahan yang luas dari pemerintah dan akhirnya bekerja sebagai buruh di tempat transmigrasi. Dengan kondisi seperti itu, setibanya di Nusa Penida akhirnya mereka lebih banyak bekerja sebagai buruh bangunan, sopir dan pegawai di rumah makan. 

“Sementara yang sukses di wilayah transmigrasi, ada yang membangun restoran dan penginapan saat kembali ke Nusa Penida. Tetapi ada juga yang kembali ke Nusa Penida karena sakit-sakitan di wilayah transmigrasi dan setelah kembali ke Nusa Penida akhirnya sehat,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Saat menggelar program Bedah Desa di Desa Bungamekar pihaknya banyak melihat warga Nusa Penida yang dulunya melakukan transmigrasi saat kondisi ekonomi krisis dahulu akhirnya pulang ke Nusa Penida saat industri pariwisata Nusa Penida berkembang. Namun mereka yang kembali ke kampung halaman, tidak sedikit yang kondisi ekonominya kurang mampu sehingga terpaksa menempati tempat tinggal tidak layak huni. 

“Karena tergolong kurang mampu, kami dari pemerintah daerah harus melakukan penanganan,” ujarnya.

Sementara itu, Gani salah seorang warga Desa Bungamekar yang kembali ke Nusa Penida setelah bertahun-tahun transmigrasi ke Sumatra mengaku kembali ke Nusa Penida karena tidak betah tinggal di wilayah transmigrasi. Sudah lebih dari dua tahun ia di Nusa Penida dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia bekerja sebagai buruh bangunan. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply